Logo Harian.news

Eks Pangdam Hasanuddin, Andi Bau Sawa Ajak Masyarakat Mengembalikan Marwah Sulsel

Editor : Redaksi Kamis, 24 November 2022 13:18
Eks Pangdam Hasanuddin, Andi Bau Sawa Ajak Masyarakat Mengembalikan Marwah Sulsel

MAKASSAR, HARIAN.NEWS – Mayor Jenderal TNI (Purn) Andi Muhammad Bau Sawa Mappanyukki, dikenal sebagai sosok yang religius dan santun. Dalam beberapa kesempatan, eks Pangdam Hasanuddin ini selalu berbicara soal marwah Sulawesi Selatan.

Menurutnya, marwah atau dalam dalam istilah agama disebut Muru’ah sangat penting untuk dijaga. Sebab, hal ini menyangkut tentang harga diri serta harkat dan martabat.

Di dalam agama, khususnya Islam, seseorang tidak diperbolehkan saling merendahkan satu sama lain, karena perilaku tersebut telah merendahkan harkat.

Baca Juga : Gubernur Sulsel Update Penanganan Tim Medis Pemprov di Sumatera dan Aceh: Evakuasi Pasien Berlangsung Intensif

Mengapa ini sangat perlu dijaga, sebab merupakan salah satu akhlak yang dapat mengantarkan seseorang untuk memiliki jiwa yang bersih dan tidak terkungkung dan di perbudak oleh nafsu syahwatnya, karena karakter seorang muslim mempunyai cita cita (himmah) yang tinggi dan sangat tidak suka pada sesuatu yang buruk, rendah dan hina.

“Agama mengajarkan kepada manusia untuk menghindarikan diri dari sifat kehinaan kepada diri sendiri,” ujar Andi Muhammad di Makassar, baru – baru ini.

Membahas Sulsel, tentunya daerah ini memiliki suku, budaya dan agama yang beragam. Tidak mudah menjaga keutuhan di provinsi ini di tengah gempuran era teknologi yang terkadang disalah gunakan oknum tertentu untuk memecah belah persatuan dan keharmonisan masyarakat Sulsel.

Baca Juga : Lolos Seleksi Ketat, Dea Geraldine Bakal Tampilkan Ikonik Budaya Sulsel di Panggung Miss Universe Indonesia

Olehnya itu, kata Andi Muhammad, diperlukan aksi – aksi nyata di tengah masyarakat agar marwah Sulsel yang notabene dihormati dan dihargai, bisa terus terjaga demi kemajuan daerah.

“Untuk kemajuan Sulsel dan masyarakatnya saya tidak main – main. Saya ingin mengembalikan sekaligus terus menjaganya hingga akhir hayat. Saya serius dalam hal ini, ” tegas cucu dari Raja Bone ke-32, Andi Mappanyukki ini.

Tidak hanya itu, dirinya juga sedih dengan kepungan skandal korupsi, mewabahnya kasus intoleransi dan ujaran kebencian yang belakangan marak terjadi.

Baca Juga : Jalanin Sulsel Gelar Training Fasilitator Kehidupan: Membentuk Guru dan Tenaga Pendidik Unggul

Tentu hal ini menggugah keprihatinan bersama mengapa persoalan-persoalan ini bisa terjadi. Padahal, Sulsel dulunya dikenal dengan nilai-nilai luhur kesantunan, kejujuran, ramah dan toleran yang kian lama ternyata mengalami gejala memudar dan luntur.

Belum lagi aksi aktor-aktor politik cenderung makin berani memperlihatkan intrik, manuver dan kongsi secara kasat mata. Bukan semakin malu, sebaliknya, publik menjadi saksi bagaimana ‘akrobat’ politik secara vulgar sengaja dipertontonkan.

Kondisi ini diperparah dengan mewabahnya pengarusutamaan info-info sampah (fake news) yang memenggal nalarsehat dan mengikis ingatan sosial. Hingga pada taraf tertentu, berita hoaks muncul bersliweran serupa dengungansemu yang menambah riuh labirin kesimpangsiuran.

Baca Juga : Jelang Musda JMSI Sulsel, Dua Calon Ketua Kembalikan Formulir

“Inilah semua yang ingin saya benahi ke depan. Tujuannya, tidak lain agar Sulsel kembali ke marwahnya,” pungkasnya. (**)

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda