Dalam sambutannya, Prof. Jamaluddin Jompa menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kerja keras para akademisi yang kini bergabung dalam jajaran profesor Unhas.
Ia menekankan bahwa pengukuhan ini bukan hanya pencapaian individu, tetapi juga bagian dari upaya universitas dalam memperkuat kontribusi keilmuan bagi masyarakat luas.
Baca Juga : 13 Tahun Mengajar di Unhas, Mentan Amran Bantu Mahasiswa Yatim Piatu
“Kami berharap para guru besar ini dapat terus menghasilkan inovasi yang berdampak luas, berkontribusi dalam riset-riset unggulan, serta memperkuat jejaring akademik baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Prof. Jamaluddin.
Paparan Ilmiah Para Guru Besar
Setelah pengukuhan, masing-masing guru besar menyampaikan pidato ilmiah sesuai bidang keahliannya
Baca Juga : Dari Kampus ke Industri: UNHAS dan UNM Siap Wujudkan Ekosistem Inovasi ABG Gagasan Kepala BPOM Taruna Ikrar
Prof. Tasrifin Tahara dalam orasinya mengangkat tema Kebudayaan dan Kekuasaan: Pemikiran Antropologi Fase 3.0 untuk Masa Depan Kebudayaan di Indonesia.
Ia menyoroti bagaimana disrupsi teknologi dan era digital mengubah dinamika budaya, termasuk tantangan apropriasi budaya serta pentingnya perlindungan identitas budaya lokal dalam arus globalisasi.
Prof. Muhammad Iqbal Djawad membahas tentang Fisiologi Lingkungan, Bioenergetika dan Stresor: Tantangan yang Dihadapi Akuakultur.
Baca Juga : PII Sulsel Gelar Seminar Keinsinyuran dan Muswil, Prof. JJ Kembali Menahkodai PII Wilayah Sulawesi Selatan
Ia menjelaskan bagaimana pemahaman yang lebih baik tentang stresor lingkungan dan bioenergetika dapat meningkatkan efisiensi budidaya ikan dan memastikan keberlanjutan industri akuakultur di masa depan.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

