Logo Harian.news

Enrekang Menuju Swasembada Pangan Nasional, Ini Strateginya

Editor : Andi Awal Tjoheng Rabu, 18 Juni 2025 15:48
Brigjen TNI Wawan Erawan, Ketua Tim Satgas Swasembada Pangan, menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor ||handover_dim1419
Brigjen TNI Wawan Erawan, Ketua Tim Satgas Swasembada Pangan, menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor ||handover_dim1419
APERSI

“Untuk Mei, kami mencapai 97,36%, sedangkan Juni mencapai 81%. Kami optimis target tahunan dapat tercapai dengan kerja keras semua pihak,” ujarnya.

Data realisasi LTT reguler padi periode 2022-2024 juga menunjukkan tren positif:
– 2022: 10.577,71 hektar
– 2023: 7.574,24 hektar
– 2024: 10.846,13 hektar
– 2025 (Jan – Mei): 5.460 hektar

Baca Juga : Debat Swasembada Pangan, Farid Nilai Feri Amsari Abaikan Intervensi Pemerintah

Meski demikian, curah hujan yang masih berada di level menengah (101-300 mm) menjadi salah satu tantangan bagi petani. Namun, prediksi BMKG menunjukkan kondisi ini masih akan berlangsung hingga beberapa bulan ke depan, sehingga mitigasi tetap menjadi prioritas.

Peran Strategis TNI dan Babinsa dalam Percepatan Penanaman

Letkol Inf Augustiar Adinegoro, S.Hub.Int, Dandim 1419/Enrekang, menyoroti peran TNI dalam mendukung program swasembada pangan.

Baca Juga : Halalbihalal Hikma Manggala Perkuat Sinergi dan Persaudaraan Warga Enrekang di Makassar

“Kami melakukan pendampingan langsung kepada petani, mulai dari peninjauan irigasi hingga pengecekan lahan sawah,” jelasnya.

Hingga pertengahan Juni 2025, realisasi LTT di Kabupaten Enrekang mencapai 7.529 hektar dari target tahunan 16.662 hektar. Sementara itu, penanaman padi gogo di tujuh kecamatan berhasil mencapai 450 hektar dengan melibatkan 45 kelompok tani.

Langkah lain yang dilakukan adalah optimalisasi lahan seluas 1.917 hektar yang tersebar di empat kecamatan:
– Kecamatan Maiwa: 1.306 hektar
– Kecamatan Cendana: 323 hektar
– Kecamatan Enrekang: 204 hektar
– Kecamatan Baraka: 84 hektar

Baca Juga : Hadapi El Nino Mulai April, Kementan Perkuat Irigasi dan Produksi Pangan

Bupati Enrekang: Petani Adalah Pahlawan Ketahanan Pangan

H. Muh. Yusuf Ritangnga, Bupati Kabupaten Enrekang, menegaskan bahwa sekitar 80% masyarakat Enrekang bergantung pada sektor pertanian.

“Swasembada pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat, termasuk para petani,” katanya.

Baca Juga : Arahan Prabowo Subianto, Kementan Percepat Hilirisasi Energi Berbasis Pertanian

Ia juga menginstruksikan Kepala Dinas Pertanian untuk tidak sekadar menjadi penonton, melainkan aktif memberikan bimbingan dan dukungan kepada petani.

“Kami butuh arahan dan bantuan alat pertanian agar program ini dapat berjalan lancar,” tambahnya.

Diskusi Interaktif: Solusi untuk Kemajuan Pertanian

Sesi diskusi menjadi bagian yang tak kalah menarik dalam acara ini. Para peserta, termasuk penyuluh pertanian, Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), dan petugas statistik, memberikan masukan terkait kendala di lapangan.

Beberapa solusi yang diusulkan antara lain:
– Peningkatan akses terhadap alat mesin pertanian (alsintan).
– Optimalisasi penggunaan pupuk bersubsidi.
– Penguatan kolaborasi antara Babinsa, penyuluh, dan kelompok tani.

Kegiatan monitoring dan evaluasi ini bukan hanya sekadar formalitas, melainkan langkah konkret untuk memastikan program swasembada pangan berjalan efektif.

Dengan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, TNI, dan masyarakat, Kabupaten Enrekang siap menjadi garda terdepan dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. ***

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]
Halaman

Follow Social Media Kami

KomentarAnda