HARIAN.NEWS, JAKARTA – Menkopolhukam atau cawapres nomor urut 03 menyebut dan memberikan bukti kegagalan proyek food state dalam debat cawapres beberapa waktu lalu. Selang beberapa hari pasca debat, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melakukan panen jagung di lokasi Food Estate Gunung Mas.
Menurut Amran panen jagung ini membuktikan bahwa teknologi pertanian yang diterapkan telah tepat dan sesuai dengan harapan.
“Dari awal kami sampaikan saat baru dilantik menjadi menteri kembali, bahwa kita pasti mampu menggarap lahan Food Estate tersebut. Kami tidak ragu karena teknologi pertanian kita sudah demikian maju. Kami harapkan segera dapat diikuti panen-panen selanjutnya,” papar Amran, dikutip dari liputan6, Rabu (24/1/2024).
Baca Juga : Andi Amran Sulaiman: 2026 Papua Sudah Bisa Mandiri Pangan Seperti Pulau Lainnya
Mentan melanjutkan, lahan food estate Gunung Mas sangat potensial dan pemerintah pasti mampu melakukan upaya transformasi teknologi di lokasi ini. Berdasarkan hasil ubinan panen jagung ini juga telah mencapai hasil 6,5 ton per hektar.
“Untuk sebuah lahan bukaan baru, lahan ini sudah mampu memberikan produksi yang baik. Kuncinya adalah penggunaan benih yang unggul, irigasi dan pemupukan yang optimal. Kita lihat hasilnya saat ini,” tambahnya.
Untuk diketahui, Kementerian Pertanian bersama Kementerian Pertahanan melakukan penanaman jagung di lokasi food estate Gunung Mas seluas 10 hektar, di samping tanaman singkong yang lebih dulu ditanam Kementerian Pertahanan (Kemenhan).
Baca Juga : Surplus Beras 2025, Mentan Amran Raih Gelar Bapak Swasembada Pangan dari PERTETA
Amran juga menyebutkan hasil dari berbagai program Food Estate yang sedang dikerjakan di beberapa daerah telah berjalan baik dan sesuai target.
“Food estate ini bukan proyek instan, butuh proses. Kenyataannya kita memiliki 600 hektar lahan yang sebelumnya tidak dimanfaatkan untuk lahan pertanian. Kami sekarang menggarap itu, butuh proses, butuh teknologi agar menjadi lahan produktif,” jelas Mentan.
Amran merinci Food estate di Indonesia yang dikerjakan pemerintah berada di Humbang Hasundutan seluas 418,29 hektar, untuk Food Estate Temanggung dan Wonosobo seluas 907 hektar telah berhasil panen komoditas hortikultura.
Baca Juga : Andi Amran Sulaiman Beri Apresiasi Jatanras Makassar Usai Selamatkan Bilqis dari Aksi Penculikan
“Sementara di Kalimantan Tengah berhasil melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi lahan hingga mampu panen padi dengan produktifitas 5 ton/ha. Begitu pula di Sumba Tengah NTT dan kabupaten Keerom Papua yang telah mampu panen raya jagung seluas 500 hektar,” ujarnya.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
