HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Film terbaru Sinemaku Pictures, Memburu Pemangsa, mendapat sambutan antusias dari penonton Makassar dalam agenda nonton duluan yang digelar menjelang penayangan resmi pada 24 September 2026.
Film garapan sutradara Umay Shahab tersebut menjadi salah satu dari tujuh kota yang menggelar nonton duluan, bersama Jakarta, Depok, Bogor, Bekasi, Yogyakarta, dan Medan.
Baca Juga : Wisuda 603 Lulusan, Poltekpar Makassar Ungkap Capaian Job Fair dan UI GreenMetric
Antusiasme penonton terlihat sepanjang pemutaran film bergenre horror-crime-action tersebut. Sejumlah adegan membuat penonton tegang hingga menahan napas, diselingi tepuk tangan dan berbagai reaksi selama film berlangsung.
Ulfa slah satu warga yang menonton film tersebut merasa tayangannya sangat seru dan menarik.
“Sangat menguras emosi dan terlihat nyata. Isu yang di angkat soal kekerasan anak memberikan kita kewaspadaan baru menjaga anak disekitar kita,” ucapnya usai nobar di Bioskop XXI, Panakkukang Makassar, Sabtu (19/09/2026).
Baca Juga : Poltekpar Makassar Gelar EduRun Tourism 2026, Peserta Bakal Jelajahi Rute Pesisir
Setelah menonton, ia juga merasa pentingnya edukasi anak tentang kekerasan seksual agar mereka tidak menyalahartikan niat orang disekitarnya.
“Misalnya anak setidaknya tahu bagian tubuh mana saja yang boleh dan tidak boleh disentuh orang bahkan orangtua sekalipun,” bebernya.
Sinopsis Memburu Pemangsa
Baca Juga : Riset MORA Fund-LPDP UIN Alauddin Uji Teknologi Precision Livestock Farming di Takalar
Memburu Pemangsa mengisahkan perburuan terhadap predator yang menyasar anak-anak. Cerita berpusat pada empat jurnalis perempuan yang berusaha mengungkap kasus hilangnya tujuh anak dari sebuah kawasan.
Empat jurnalis tersebut yakni Agnes yang diperankan Laura Basuki, Cia oleh Prilly Latuconsina, Brina oleh Taskya Namya, dan Anya oleh Yasamin Jasem. Mereka menjalankan investigasi bersama seorang polisi bernama Petra yang diperankan Andi Mashadi.
Dalam ceritanya, empat anak yang hilang ditemukan dalam kondisi termutilasi. Kasus semakin rumit ketika seorang anak kembali diculik tepat di depan mata Agnes.
Baca Juga : Desa Hijau 2 Hadirkan Show Unit Tipe 86, Hunian Nyaman Mulai Rp700 Jutaan
Keempat jurnalis tersebut kemudian dihadapkan pada pilihan untuk mundur demi menyelamatkan diri atau mempertaruhkan nyawa demi menemukan dan melindungi anak-anak yang menjadi korban.
Selain menghadirkan unsur horor dan aksi, film ini membawa isu kekerasan terhadap anak yang masih menjadi persoalan di masyarakat. Isu tersebut juga memiliki kedekatan dengan sejumlah kasus yang terjadi di berbagai daerah, termasuk Makassar.
Sutradara Memburu Pemangsa, Umay Shahab, mengatakan kekerasan terhadap anak merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan karena korbannya berada dalam posisi yang rentan.
“Orang yang melakukan tindakan kekerasan pada anak adalah serendah-rendahnya manusia, karena melakukan kekerasan terhadap anak yang tidak memiliki kemampuan kekuatan untuk melawan,” ujar Umay.
Sementara itu, Taskya Namya menilai kehadiran empat jurnalis perempuan dalam film tersebut memiliki arti penting, khususnya dalam konteks perlindungan terhadap anak.
“Gambaran empat jurnalis perempuan di film ini sangat penting untuk membela dan menjaga anak-anak. Salah satu alasanku mau bergabung di film ini adalah karena isu anak-anak,” kata Taskya.
Menurut Taskya, kedekatannya dengan anak-anak di keluarganya membuat isu yang diangkat film tersebut terasa semakin personal.
“Aku punya tiga keponakan dan membayangkan kalau mereka ada di posisi terburuk seperti yang ada di film ini, aku juga akan melakukan apapun seperti Brina dan teman-teman jurnalisnya, mengejar dan tidak membiarkan pemangsa ini untuk lolos,” ujarnya.
Dari sisi produksi, Memburu Pemangsa juga menawarkan perpaduan horor, kriminal, dan aksi dengan empat pemeran perempuan sebagai tokoh utama. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari karakter film yang ingin menempatkan para jurnalis perempuan sebagai tokoh yang aktif dalam membongkar kasus.
Yasamin Jasem mengungkapkan para pemeran menjalani persiapan khusus sebelum proses syuting, termasuk workshop aksi selama tiga bulan.
“Salah satu yang menarik untukku juga adalah adegan action-nya yang cukup heavy, ditambah pacing horor yang memacu adrenalin. Kami para pemeran harus melakukan workshop action selama tiga bulan sebelumnya lebih dulu, dan sangat menantang,” ujar Yasamin.
Setelah agenda nonton duluan di sejumlah kota, Memburu Pemangsa dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 24 September 2026.
Film ini mengajak penonton mengikuti perjalanan empat jurnalis perempuan dalam mengungkap kasus hilangnya anak-anak, di tengah ancaman yang membuat mereka harus mempertaruhkan keselamatan demi mengungkap siapa pemangsa di balik kasus tersebut.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
