Logo Harian.news

Geger ASN Demo di Kemendiktisaintek: Dipenuhi Karangan Bunga #LawanMenteriDzalim

Editor : Rasdianah Senin, 20 Januari 2025 18:32
Demo ASN Kemendiktisaintek. Foto: dok kumparan
Demo ASN Kemendiktisaintek. Foto: dok kumparan

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Pegawai Kemendiktisaintek menggelar demo protes terhadap Mendiktisaintek Satryo Soemantri Brodjonegoro pada Senin (20/1/2025) pagi di kantor Kemendiktisaintek, di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta.

ASN ini melakukan “aksi damai Senin hitam”, seluruh pegawai Kemendiktisaintek kompak mengenakan pakaian serba hitam dan membentangkan spanduk.

Selain demo, mereka mengirim karangan bunga bertuliskan #LawanMenteriDzalim. Tidak hanya itu, “Institusi Negara Bukan Perusahaan Pribadi Satryo dan Istri!” demikian tulisan di spanduk hitam yang dibawa sejumlah pegawai.

Spanduk lainnya berbunyi: “Kami ASN dibayar oleh negara, bekerja untuk negara, bukan babu keluarga.”

Salah seorang pegawai yang tidak ingin disebut namanya mengatakan, aksi protes terhadap Mendiktisaintek Satryo Soemantri Brodjonegoro dipicu dari kejadian pada Jumat (17/1/2025).

Ia menjelaskan pada hari itu, pimpinan Kemendiktisaintek memindahkan secara sepihak Neni Herlina yang menjabat Prahum Ahli Muda dan Pj. Rumah Tangga ke Kemendikdasmen. Namun Neni dipindah tidak sesuai dengan aturan.

Terkait soal aksi ini, Neni Herlina menyebutkan Ia digeser dari jabatannya, dan kini para ASN Kemendiktisaintek tengah dalam tekanan ancaman mutasi.

“Jadi teman-teman Saya itu bekerja dalam mencekam ketakutan, jadi tidak ingin ada Neni-Neni yang lain yang dengan semena-mena disuruh pergi begitu saja,” kata Neni, dikutip dari kumparan, Senin (20/1/2025).

Ancaman mutasi itu, kata dia, melanggar HAM.

“Bahwa ini itu tidak adil dan sangat melanggar hak asasi manusia,” tutur dia.

Lalu bagaimana dengan tulisan yang menyinggung istri Satryo di spanduk? Soal ini Neni tak menjawab rinci atas apa yang dilakukan teman-temannya.

Cuma dia mengaku pernah dipanggil istri Menteri dan dimarahi terkait meja di kementerian.

“Iya, waktu itu (ada) permintaan mengganti meja itu dari istrinya (istri Satryo), sih. Karena waktu itu ke kantor gitu ya, abis pelantikan beres-beres, katanya, itu kata Sekretaris yang sekarang sudah dipecat itu bilang kayak gitu,” kata Neni.

“Saya memang enggak tahu apa-apa cuma besoknya dipanggil gitu aja, dipanggil langsung dimarahi,” tambah dia.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda