Logo Harian.news

GPR Bulukumba Tegaskan Tolak Investasi Petrokimia di Bontobahari

Editor : Andi Awal Tjoheng Sabtu, 07 Februari 2026 11:03
Aksi massa GPR Bulukumba gelar demonstrasi penolakan terhadap rencana investasi Petrokimia di Kawasan Industri Bulukumba di wilayah pantai Lemo-Lemo Bontobahari ||ho_gprbulukumba
Aksi massa GPR Bulukumba gelar demonstrasi penolakan terhadap rencana investasi Petrokimia di Kawasan Industri Bulukumba di wilayah pantai Lemo-Lemo Bontobahari ||ho_gprbulukumba

Gerakan Menyelamatkan Bontobahari Bulukumba, 2025–2026

HARIAN.NEWS, BULUKUMBA – Relawan yang tergabung dalam Gerakan Perlawanan Rakyat (GPR) Bulukumba, Anjar S. Masiga menjelaskan, bahwa sejak 2024 pihaknya melakukan pertemuan dan diskusi terkait rencana investasi Petrokimia yang diberitakan akan masuk ke wilayah Lemo-lemo, Bontobahari.

Baca Juga : 5 Tempat Wisata Pantai di Bulukumba: Suguhkan Keindahan Alam yang Eksotis dan Menakjubkan

Pada 2025, suara penolakan mulai disampaikan melalui media sosial. Namun hingga kini, tidak ada kepastian bahwa penandatanganan MoU antara Pemerintah Daerah, Perseroda Sulsel, dan investor, yang menjanjikan lahan seluas 300 hektare di Lemo-lemo telah dibatalkan.

Tidak seorang pun dari pihak pemerintah memberi jaminan bahwa rencana investasi ini batal. Karena itu, aksi turun ke jalan dilakukan pada 5 September 2025 di pertigaan Teko, dilanjutkan pada Hari Tani, 24 September 2025.

Kedua aksi ini tidak mendapat tanggapan yang meyakinkan dari pemerintah dalam hal ini eksekutif.

Menjelang akhir 2025, masyarakat menemukan revisi RTRW yang memasukkan Bontobahari sebagai Kawasan Peruntukan Industri melalui pasal 44.

Peta yang ditunjukkan mengarah ke Lemo-lemo, lokasi yang sulit dijadikan kawasan industri kapal karena tidak berada di wilayah pantai. Hal ini semakin menguatkan dugaan bahwa rencana petrokimia sejalan dengan revisi RTRW tersebut.

Sebelum aksi, kabar baik kami terima, tim pansus DPRD menolak penetapan Bontobahari sebagai kawasan industri. Namun penolakan ini tidak pernah muncul dalam media pemberitaan yang dapat diakses publik.

Sebagai bentuk dukungan, masyarakat dan pemuda Bontobahari mengirim karangan bunga ke DPRD Bulukumba untuk menegaskan dukungan terhadap sikap pansus RTRW.

“Kami tidak punya pegangan upaya memasukkan Petrokimia di Bontobahari ini berhenti, kan tidak ada pernyataan yang bisa kami jadikan pegangan saat itu. Kami hanya tenang setelah KPI di Bontobahari dikeluarkan dan Perda RTRW 2025-2045 ketuk palu dengan hasil yang sama,” tegasnya.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]
Halaman

Follow Social Media Kami

KomentarAnda