Meski begitu, sikap GPR Bulukumba tetap tegas: tidak ada industri Petrokimia di Bulukumba. Kami akan terus mengawal Ranperda RTRW hingga final, memastikan bahwa Bontobahari tidak dijadikan kawasan industri. Kegelisahan kami berangkat dari MoU dan janji pemerintah kepada investor terkait lahan 300 hektare di Lemo-lemo.

Anggota DPRD Bulukumba menerima aspirasi masyarakat Lemo-lemo Bontobahari bersama massa Gerakan Perlawanan Rakyat yang menentang rencana investasi Petrokimia di Bontobahari Bulukumba ||ho_gprbulukumba
Pemuda yang tergabung dalam GPR Bulukumba, Muh Ersal menyatakan, gerakan ini kemudian disoroti pada urusan etika. Namun baginya, etika tidak bisa dilepaskan dari sejarah panjang penyuaraan yang telah dilakukan. Etika sejati adalah melihat Lemo-lemo sebagai ruang hidup masyarakat, bukan sekadar lahan kosong.
Baca Juga : 5 Tempat Wisata Pantai di Bulukumba: Suguhkan Keindahan Alam yang Eksotis dan Menakjubkan
“Kita bicara etika kalau yang menyoalkan etika bisa melihat Lemo-lemo ini bagian dari rumah orang Bontobahari. Kami tegaskan untuk menolak Petrokimia di Bulukumba,” katanya. ***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
