Logo Harian.news

Hari Kartini, Munafri Pastikan tak ada lagi Sekat Gender di Birokrasi Pemkot Makassar

Editor : Rasdianah Senin, 21 April 2025 12:43
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin memimpin apel pagi di Pemkot Makassar yang bertepatan dengan Hari Kartini, 21 April 2025. Foto: dok
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin memimpin apel pagi di Pemkot Makassar yang bertepatan dengan Hari Kartini, 21 April 2025. Foto: dok
APERSI

HARIAN.NEWS, MAKASSAR– Dalam suasana peringatan Hari Kartini, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan pentingnya membangun pemerintahan yang setara dan berintegritas tinggi.

Hal ini ia sampaikan saat memimpin apel pagi lingkup Pemerintah Kota Makassar di halaman Balai Kota, Senin (21/4/2025).

Baca Juga : Dari Lorong ke Ketahanan Pangan, Urban Farming Terus Diperluas di Makassar

Munafri menegaskan bahwa saat ini tidak ada lagi batasan antara laki-laki dan perempuan dalam birokrasi Pemkot Makassar. Semua ASN memiliki hak dan peluang yang sama, yang membedakan hanyalah kualitas dedikasi dan kemauan untuk berkontribusi.

“Kesetaraan yang kita rayakan hari ini bukan hanya seremoni. Dalam struktur pemerintahan Kota Makassar, perempuan dan laki-laki punya kesempatan yang sama untuk berada di posisi penting. Yang dibutuhkan adalah komitmen dan cara berpikir maju untuk membangun kota ini,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Munafri juga membacakan amanat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Arifah Choiri Fauzi, yang menekankan bahwa semangat perjuangan Kartini masih relevan hingga kini. Meski sudah lebih dari satu abad, tantangan seperti ketidakadilan, diskriminasi.

Baca Juga : Proyek PSEL di TPA Manggala Digenjot, Gelontorkan 3 Miliar untuk 8 Hektare Lahan

“Tidak ada peran yang terlalu kecil untuk menciptakan perubahan. Kita harus terus menyalakan semangat Kartini dalam ruang kerja, di sekolah, di rumah, di jalanan di mana pun perempuan berada,” ucap Munafri mengutip pesan Menteri PPPA.

Semangat Kartini diyakini terus hidup dalam setiap perempuan Indonesia baik yang duduk di bangku sekolah, bekerja di berbagai bidang, menjadi penggerak masyarakat, maupun mendidik generasi penerus di rumah.

“Tidak ada usia terlalu muda atau peran yang terlalu kecil untuk menciptakan perubahan. Mari kita buka ruang partisipasi, tolak diskriminasi, dan pastikan setiap perempuan Indonesia bisa tumbuh, berkarya, dan memberi makna dari mana pun dia berasal,” tutupnya.

Baca Juga : Menjelang Senja Pengabdian

PENULIS: NURSINTA

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda