HARIAN.NEWS, JAKARTA – Perayaan Tahun Baru Imlek tidak hanya identik dengan kemeriahan dan kebahagiaan, tetapi juga sarat dengan berbagai tradisi dan pantangan yang diyakini dapat memengaruhi keberuntungan sepanjang tahun.
Bagi masyarakat Tionghoa, Imlek bukan sekadar pergantian tahun, melainkan juga momen untuk menghormati leluhur dan menjaga harmonisasi dengan alam serta kehidupan.
Baca Juga : Imlek 2577 Kongzili di Morowali, Huabao Sulap Kawasan Industri Jadi Panggung Budaya
Berbagai larangan yang dipercaya turun-temurun ini dianggap sebagai cara untuk menghindari kesialan dan menarik energi positif.
Berikut adalah beberapa pantangan yang sering diikuti selama perayaan Imlek, namun dengan narasi yang lebih mendalam:
1. Menjaga Kebersihan Tanpa “Membuang” Rezeki
Baca Juga : Rayakan Imlek 2025, Begini Apresiasi Huabao untuk Karyawan
Menyapu atau membuang sampah pada hari pertama Imlek dianggap sebagai tindakan yang dapat “membuang” rezeki. Hal ini berkaitan dengan kepercayaan bahwa rezeki dan keberuntungan sedang berada di sekitar rumah pada awal tahun.
Oleh karena itu, membersihkan rumah biasanya dilakukan sebelum Imlek tiba, sementara hari pertama diisi dengan aktivitas yang lebih positif.
2. Kata-Kata sebagai Doa
Baca Juga : Festival Imlek 2025: Merayakan Kebersamaan dan Budaya di Makassar
Ucapan memiliki kekuatan magis dalam budaya Tionghoa. Mengucapkan kata-kata kasar atau negatif seperti “mati” atau “bangkrut” diyakini dapat menarik energi buruk.
Sebaliknya, kata-kata positif dan doa-doa kebaikan dipercaya dapat membawa keberuntungan dan kebahagiaan.
3. Menjaga Stabilitas Finansial
Baca Juga : 6 Ribu Peserta Ikut Arak-arakan Dewa Dewi di Perayaan Imlek Makassar
Meminjam atau memberi pinjaman uang di awal tahun dianggap sebagai pertanda buruk bagi keuangan sepanjang tahun. Hal ini mencerminkan kepercayaan bahwa awal tahun harus diisi dengan kemandirian dan stabilitas finansial, bukan ketergantungan pada orang lain.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

