HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia memperkenalkan penerapan sistem registrasi eSIM berbasis biometric melalui kegiatan Live Biometric Demo di Gerai IM3 Jakarta.
Teknologi ini menjadi langkah penting dalam menghadirkan layanan digital yang lebih aman, nyaman, dan modern bagi pelanggan prabayar.
Baca Juga : Mudik Lebaran 2026, Indosat Antisipasi Lonjakan Trafik 53 Persen di Jeneponto
Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi RI, Edwin Hidayat Abdullah, menyampaikan dukungannya terhadap inovasi yang dilakukan Indosat.
“Komdigi mendukung penuh langkah Indosat dalam menghadirkan kemudahan akses digital bagi masyarakat. Melalui sistem yang telah memenuhi standar keamanan, kami optimis ekosistem telekomunikasi di Indonesia akan semakin mampu menjamin keamanan publik,” ujarnya Rabu (15/10/2025).
Ia menambahkan bahwa pemerintah akan terus mendorong pengembangan teknologi digital yang memperkuat kualitas layanan serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sektor telekomunikasi.
Baca Juga : Indosat Gandeng BERSATHU, Permudah Konektivitas Jamaah Haji dan Umrah
Sementara itu, Chief Legal and Regulatory Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Reski Damayanti, menegaskan komitmen Indosat dalam melindungi pelanggan melalui penerapan teknologi yang aman dan terpercaya.
“Keamanan dan kenyamanan pelanggan adalah prioritas utama kami. Indosat siap berkolaborasi dengan pemerintah untuk memastikan kebijakan digital dapat diimplementasikan secara optimal demi kemajuan industri dan kepentingan pelanggan,” jelasnya.
Melalui demo bersama Komdigi ini, Indosat memperlihatkan kesiapan teknologi dan infrastruktur untuk mendukung registrasi biometrik yang efisien.
Baca Juga : Indosat Bikin Ramadan Lebih Nyaman Lewat Kampanye #LebihBaikIndosat
Sistem ini mengikuti standar keamanan internasional ISO 30107-3, mencakup proses digital mulai dari validasi nomor pelanggan (MSISDN) dan Nomor Induk Kependudukan (NIK), hingga pengambilan foto wajah (self-photo), verifikasi liveness detection, serta pencocokan wajah (face recognition) dengan data DUKCAPIL.
Dengan tingkat kecocokan wajah minimal 95 persen, sistem biometrik ini diyakini mampu memastikan keabsahan identitas pelanggan sekaligus menekan risiko penyalahgunaan data pribadi.
Tak hanya itu, sejak Agustus 2025 Indosat juga memperkuat keamanan jaringan melalui peluncuran fitur Anti-Spam dan Anti-Scam, yang berfungsi mendeteksi serta mencegah pesan maupun panggilan berisiko secara real-time.
Baca Juga : Indosat Catat Laba Bersih Tumbuh Double Digit, Pendapatan 2025 Tembus Rp56,5 Triliun
Fitur ini didukung teknologi AIvolusi5G, perpaduan kecerdasan buatan dan jaringan 5G Indosat yang adaptif serta responsif terhadap ancaman digital.
Melalui inovasi berkelanjutan ini, Indosat menegaskan komitmennya untuk menjadi pionir dalam menghadirkan layanan telekomunikasi yang aman, terpercaya, dan mendukung visi pemerintah membangun ekosistem digital nasional yang tangguh dan berdaya saing global.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

