HARIAN. NEWS, MAKASSAR – Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto bersama Pj Gubernur Sulawesi Selatan Bahtiar Baharuddin dan Kapolda Sulsel, Irjen Pol Andi Rian Ryacudu Djajadi, mendapat undangan menghadap Presiden Joko Widodo di Jakarta, hari ini, Selasa (27/2/2024).
Dalam undangan tersebut, Danny Pomanto membeberkan keingin orang nomor satu di Indonesia agar kota Makassar bisa seperti Kota Shenzhen.
Merespon keinginan presiden tersebut, Pengamat Pemerintahan dan Tata Kelola Keuangan Negara Bastian Lubis mengatakan, belum yakin Kota Makassar bisa sampai di posisi Shenzhen China.
Baca Juga : Sekda Andi Zulkifly Nanda, Resmi Nahkodai KORPRI Makassar
“Kalau kita bicara China yang Shenzhen kaya begitu, saya masih nga yakin itu, karena posisi Joko Widodo saat ini sudah di ujung jabatan,” ujar Bastian sapaan akrabnya saat dihubungi, Rabu (28/2/2024).
“Nah, ada tidak jaminan bahwa program pak Jokowi akan dilakukan 100 persen, dikerjaan oleh pak Prabowo kalau pak Prabowo terpilih ya.” lanjut Bastian.
Selain itu, kata Bastian, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) atau keuangan negara tidak mampu mengcover kota Makassar menuju Shenzhen.
Baca Juga : Bunda PAUD Makassar Dorong Integrasi PAUD & Posyandu Tekan Stunting
“Tapi kalau kita lihat secara keuangan dan kebutuhan dari negara itu saya rasa belum mampu. Termaksud agak sulit, APBD dan APBN tidak, saya rasa untuk proposal boleh boleh saja,” terangnya.
Tidak sampai disitu, Bastian juga mengatakan keinginan yang disampaikan Jokowi apakah telah masuk di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
“Jadi itu, mempunyai RPJMN dulu, nah itu butuh lima tahun kalau 2024 sampai 2029, Nah, itukan belum ada. Terus mau cantolnya di mana?” jelasnya.
Baca Juga : Munafri Arifuddin Impikan Sekolah Terbaik di Indonesia Hadir di Makassar
Tak hanya keuangan dan kesiapan negara, menurutnya investor belum tentu akan ikut berperan didalam proyek sebesar ini.
“Investor juga agak sulit masuk di situ, ini uang besar,”
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
