HARIAN.NEWS, JAKARTA – Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, meminta pemerintah Indonesia lebih aktif menyikapi masih tertahannya dua kapal tanker milik Pertamina di kawasan Selat Hormuz.
Hal tersebut disampaikan Jusuf Kalla kepada wartawan di kediamannya di kawasan Jakarta Selatan, Minggu (15/3/2026). Ia menilai penanganan persoalan tersebut sebaiknya dilakukan langsung oleh pemerintah karena berkaitan dengan hubungan antarnegara.
Baca Juga : Kelangkaan BBM dan LPG 3 Kg di Sulsel, Pertamina dan Bahlil Lahadalia Disorot
“Kalau soal itu, lebih baik ditanya ke pemerintah. Kami di sini tidak berbicara tentang situasi itu, tapi tentu terkait dengan pemerintah,” ujar Jusuf Kalla.
Menurut JK, dirinya memang dapat melakukan komunikasi atau konsultasi dengan pihak Iran. Namun, ia menegaskan bahwa langkah tersebut memiliki keterbatasan sehingga pemerintah perlu mengambil peran yang lebih aktif.
“Walaupun tentunya saya bisa berkonsultasi, berbicara dengan pihak Iran, tapi ada batasnya juga. Harus pemerintah lebih aktif,” katanya.
Baca Juga : Antrean Truk di SPBU Jalan Perintis Kemerdekaan Makassar Menambah Kemacetan
JK juga menyebut pemerintah perlu menyampaikan keberatan sekaligus memberikan dukungan kemanusiaan terkait situasi yang terjadi.
“Harus juga pemerintah memberikan keberatan dan juga dukungan kemanusiaan di Iran. Saya kira pemerintah Iran akan menerima apabila kita berada di situ,” lanjutnya.
Diketahui, hingga kini masih terdapat dua kapal tanker milik Pertamina yang berada di perairan Selat Hormuz, yakni Pertamina Pride dan Gamsunori. Pemerintah Indonesia diharapkan dapat segera mengambil langkah diplomatik untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
Baca Juga : Dari Lapangan Al Azhar, JK Panjatkan Doa agar Hujan Kembali Membasahi Negeri
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
