HARIAN.NEWS – Kapal yang membawa bantuan kemanusiaan dan aktivis yang sedang menuju Gaza diserang bom lewat drone saat berada di perairan internasional di Malta, Jumat (2/5/2025).
NGO internasional, The Freedom Flotilla Coalition, mengunggah rekaman video yang menunjukkan api berkobar dari salah satu kapal. Namun, belum bisa dipastikan siapa yang bertanggung jawab dalam serangan ini.
Baca Juga : Mentan Amran Serius Membahas Pangan Untuk Rakyat Palestina
Tidak bisa dipastikan juga apakah ada korban jiwa atau luka
“Serangan drone yang secara spesifik menargetkan generator kapal, dan kapal itu sekarang berisiko tenggelam dengan 30 aktivis hak asasi manusia internasional di dalamnya,” kata NGO itu dalam postingan di media sosial, dikutip dari Reuters, melalui kumparan, Jumat.
Kapal itu mengeluarkan panggilan darurat SOS setelah dihantam sejauh 17 mil laut (31,5 kilometer) di timur Malta. NGO mengatakan, Siprus merespons panggilan SOS dengan mengirimkan kapal.
Baca Juga : Deng Ical Sambut Baik Deklarasi New York yang Dukung Berdirinya Negara Palestina
Penyerangan kapal yang membawa aktivitas bukan sekali ini terjadi. Kejadian serupa pernah terjadi pada 2010.
Saat itu, kapal yang membawa aktivis dihentikan dan dinaiki pasukan Israel. 9 aktivis tewas dalam kejadian itu.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

