Logo Harian.news

Kemenag Gelar Sidang Isbat 19 Maret, 120 Titik Rukyat Pantau Hilal Syawal 1447 H

Editor : Andi Awal Tjoheng Senin, 16 Maret 2026 15:52
Kemenag Gelar Sidang Isbat 19 Maret, 120 Titik Rukyat Pantau Hilal Syawal 1447 H ||buzzfeed@pinterest
Kemenag Gelar Sidang Isbat 19 Maret, 120 Titik Rukyat Pantau Hilal Syawal 1447 H ||buzzfeed@pinterest

Rangkaian Sidang Isbat: Dari Hisab hingga Rukyat

Sidang isbat 19 Maret 2026 akan mengikuti mekanisme tiga tahap yang telah baku. Pertama, Seminar Posisi Hilal pukul 17.00 WIB yang terbuka untuk publik. Tim Hisab Rukyat Kemenag, BRIN, dan BMKG akan memaparkan data astronomis posisi hilal awal Syawal.

Kedua, Sidang Tertutup yang digelar ba’da Magrib. Sidang inti ini hanya dihadiri Menteri Agama, pimpinan MUI, Komisi VIII DPR RI, dan perwakilan ormas Islam. Agenda utamanya: memverifikasi laporan dari 120 titik rukyat yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Para perukyat akan melaporkan apakah mereka berhasil melihat hilal atau tidak.

Baca Juga : Jembatan Belokallong Macet Total, Warga Tagih Janji Jembatan Kembar!

Ketiga, Konferensi Pers pukul 19.00 WIB. Menteri Agama akan mengumumkan hasil keputusan sidang secara langsung yang akan disiarkan televisi nasional dan kanal digital Kemenag.

Libur 6 Hari: Berkah atau Petaka Lalu Lintas?

Fenomena Nyepi dan Idulfitri 2026 yang berdekatan menciptakan “super long weekend” yang dinanti sekaligus dikhawatirkan. Berdasarkan SKB 3 Menteri, struktur libur adalah sebagai berikut:

Baca Juga : 5 Tren Foto Keluarga Lebaran 2026: Dari Sage Green ke Gaya Candid

Rabu, 18 Maret: Cuti Bersama Nyepi

Kamis, 19 Maret: Libur Nasional Nyepi + Sidang Isbat

Jumat, 20 Maret: Cuti Bersama Idulfitri (akomodasi Lebaran Muhammadiyah)

Baca Juga : Pemkot Makassar Gelar Salat Id di Karebosi, Imam Syekh Al-Areqi, Khatib Rektor UIN

Sabtu-Minggu, 21-22 Maret: Libur Nasional Idulfitri

Senin-Selasa, 23-24 Maret: Cuti Bersama Idulfitri

Korlantas Polri memprediksi puncak arus mudik terjadi pada 17-18 Maret 2026, tepat sebelum Nyepi. Sementara arus balik diperkirakan terjadi 25-27 Maret. Sistem one way dan contraflow akan diberlakukan di ruas-ruas vital seperti Pantura dan Trans Jawa.

Baca Juga : Imbauan MUI Soal Perbedaan Idulfitri: Jangan Saling Memaksakan

“Kami mengimbau masyarakat tidak terpancing hoaks soal tanggal Lebaran. Ikuti saja pengumuman resmi Kemenag,” kata Kepala Korlantas Polri dalam konferensi pers pekan lalu.

Tips Menghadapi Perbedaan Lebaran

Mengantisipasi perbedaan penetapan, pemerintah telah menyiapkan beberapa solusi:

Pertama, struktur cuti bersama yang mengakomodasi kedua kemungkinan tanggal. Pekerja yang perusahaannya mengikuti Lebaran 20 Maret tetap mendapat libur, begitu pula yang mengikuti 21 Maret.

Kedua, kebijakan Work From Anywhere (WFA) untuk mengurai kepadatan. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mendorong perusahaan mengizinkan karyawan WFA pada masa arus mudik (16-17 Maret) dan arus balik (25-27 Maret).

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]
Halaman
Penulis : ANDI AWAL TJOHENG

Follow Social Media Kami

KomentarAnda