HARIAN.NEWS, TAKALAR – Ratusan pelajar dari SMA Negeri 4 Takalar dan SMP Negeri 2 Galesong Utara, Sulawesi Selatan, mendapat kesempatan untuk mendapatkan penguatan kapasitas Hak Asasi Manusia (HAM) dari Kantor Wilayah Kementerian HAM Sulawesi Selatan.
Dalam acara yang digelar Kamis (13/11), Andi Nunung Bakhtiar, Penyuluh HAM dari Kanwil KemenHAM Sulsel, mengajak para pelajar untuk bergabung dalam Komunitas Pemuda Pelajar Pecinta HAM (Koppeta HAM) sebagai upaya membentuk generasi muda yang peduli terhadap nilai-nilai kemanusiaan.
Koppeta HAM: Wadah Kolaborasi Pemuda untuk HAM
KemenHAM Sulsel mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat akan ada pencanangan resmi pembentukan Koppeta HAM yang bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Biro Hukum Provinsi Sulawesi Selatan.
“Pendaftaran untuk pelajar se-Sulawesi Selatan akan segera dibuka, dan kami mengundang para pelajar untuk mempersiapkan diri mengikuti seleksi,” ujar Andi Nunung dalam pemaparannya di hadapan siswa-siswi yang hadir.
Diharapkan, Koppeta HAM bisa menjadi komunitas yang tidak hanya aktif, tetapi juga memiliki karakter kuat dalam menjunjung tinggi nilai-nilai HAM.
“Koppeta HAM bertujuan untuk menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam menyebarluaskan nilai kemanusiaan serta tempat berkolaborasi bagi generasi muda yang peduli HAM,” tambah Andi Nunung.
Menciptakan Generasi yang Peduli HAM
Pada sesi pemaparan, Andi Nunung menyampaikan materi seputar dasar-dasar HAM, sejarahnya, hingga penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di lingkungan sekolah. Ia menekankan pentingnya pemahaman terhadap bentuk-bentuk pelanggaran HAM yang seringkali dianggap remeh, seperti perundungan (bullying), diskriminasi, dan merendahkan martabat orang lain.
Pendidikan HAM dianggap sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari, dan sesi diskusi yang berlangsung interaktif ini memberikan ruang bagi pelajar untuk berbagi pengalaman mereka terkait pelanggaran hak yang pernah mereka saksikan.
“Melalui sesi ini, siswa bisa lebih menyadari betapa pentingnya menghormati hak orang lain dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Andi.
Sambutan Positif dari Pihak Sekolah
Kepala SMA Negeri 4 Takalar, Abd. Gaffar, SP., M.Pd., mengapresiasi kegiatan ini, “Pendidikan HAM sangat penting sebagai bagian dari pembentukan karakter pelajar yang menghargai perbedaan dan menciptakan ruang belajar yang aman bagi semua.”
Hal senada disampaikan oleh Kepala SMP Negeri 2 Galesong Utara, H. Abd. Rauf, S.Pd., M.Si., yang berharap kegiatan seperti ini bisa menjadi bagian dari upaya menciptakan sekolah yang lebih inklusif.
Generasi Masa Depan yang Humanis
Kepala Kanwil KemenHAM Sulsel, Daniel Rumsowek, menekankan bahwa pendidikan HAM di kalangan pelajar adalah langkah strategis untuk membentuk generasi masa depan yang humanis, sadar hukum, dan siap menghadapi tantangan global. “Generasi muda harus diajarkan untuk menghargai perbedaan, menolak kekerasan, dan menjadikan nilai kemanusiaan sebagai pedoman hidup,” kata Daniel.
Dengan diluncurkannya Koppeta HAM, KemenHAM Sulsel berharap nilai-nilai kemanusiaan dapat tertanam sejak dini, menciptakan sekolah yang inklusif dan aman, serta menjaga martabat setiap individu tanpa terkecuali. ***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
