Yang membedakan Sekolah Rakyat dari program pendidikan gratis lainnya adalah pendekatan holistik. Pemerintah mengintegrasikan berbagai layanan pendukung kesejahteraan peserta didik, antara lain:
– Bantuan pemenuhan gizi (makanan bergizi gratis)
– Pemeriksaan kesehatan berkala
– Pendampingan sosial oleh pekerja sosial profesional
– Koneksi langsung dengan sistem perlindungan sosial lainnya
Dengan pendekatan ini, Sekolah Rakyat tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga pusat pemulihan kesejahteraan anak. Lingkungan yang inklusif dan suportif diharapkan mampu mengoptimalkan tumbuh kembang mereka secara menyeluruh.
Untuk memperkuat program, pemerintah menargetkan pembangunan 101 Sekolah Rakyat permanen sepanjang 2026. Jumlah ini merupakan bagian dari rencana jangka menengah yang lebih besar: 500 Sekolah Rakyat hingga tahun 2029.
Baca Juga : Insiden Presiden Prabowo Salah Ucap di Rapat Paripurna
Seiring bertambahnya jumlah sekolah, kebutuhan guru dan tenaga kependidikan dipastikan akan terus melonjak. Rekrutmen tahun depan dirancang sebagai langkah strategis awal – sekaligus fondasi untuk memastikan seluruh sekolah bisa beroperasi secara maksimal.
Program Sekolah Rakyat diharapkan menjadi tonggak penting dalam perluasan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak kurang mampu, serta membantu menciptakan generasi masa depan yang lebih siap dan berdaya saing. ***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
