Mengakui bahwa dunia memang kompleks, namun hidup tetap berlangsung dalam hal-hal sederhana yang bisa kita rawat, menkonsumsi makan yang ada di sekitar kita, berbicara dengan kontek dan keseharian, berinteraksi dengan wajar, dan menjaga mood buster yang stabil.
Dunia tidak selalu harus dipahami secara utuh untuk bisa dijalani. Kadang, cukup dengan membuka mata, benar-benar membuka mata, kita akan menemukan bahwa harapan tidak hilang. Ia hanya bersembunyi, menunggu kita berhenti sejenak dan melihatnya kembali.
Ketika krisis global benar-benar masuk ke dapur kita, barangkali yang tersisa bukanlah kemampuan untuk mengendalikan dunia, melainkan kebijaksanaan untuk menata yang dekat.
Baca Juga : Demokrasi atau Ego?
Di antara keterbatasan dan ketidakpastian, kita belajar bahwa menjaga kewarasan, merawat yang sederhana, dan tetap berpijak pada yang nyata adalah bentuk paling sunyi dari ketahanan.
Dunia boleh saja terus bergejolak, tetapi hidup tetap berlangsung dan di sanalah kita memilih untuk tetap utuh. ***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
