HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Kisruh Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Negeri Makassar (UNM) periode 2024-2028 yang diduga diwarnai kecurangan berbuntut panjang.
Setelah salah satu calon rektor melaporkan langsung dugaan kecurangan ini ke Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) ke Jakarta, Kemendikbudristek menurunkan Tim investigasi Inspektorat Jenderal (Itjen) untuk melakukan pemeriksaan kepada beberapa orang dalam kasus dugaan kecurangan tersebut.
Berdasarkan penelusuran Harian.News. dua orang yang telah melewati proses pemeriksaan di antaranya, pelapor calon rektor Prof Ichsan Ali dan ketua Panitia Seleksi (Pansel) Pilrek UNM Prof Hamsu Gani. Pemeriksaan dilakukan dilantai 6 phinisi UNM, Selasa (5/3/2024).
Baca Juga : Kejaksaan Agung Cegah Nadiem Makarim ke Luar Negeri
Berdasarkan pantauan Harian.News lantai 6 terlihat sepi, pemeriksaan dilakukan tertutup hanya terlihat security yang berjaga.
Prof Ichsan Ali mengatakan, dirinya diperiksa terkait laporan yang Ia bawa ke Kemendikbudristek beberapa waktu lalu.
“Sudah (diperiksa) ya, memang cuma sebentar mereka netral ya, mereka memastikan soal laporan saya,” ujarnya kepada awak media.
Baca Juga : Program PPG Prajabatan 2025 Segera Dibuka untuk Umum
Terkait berapa pertanyaan yang dicecar oleh Itjen dirinya mengaku tidak menghitung, Namun Ia memastikan bertanggungjawab atas apa yang telah dilaporkan.
“Jadi tadi saya ditanya bagaimana kalau berbohong?, eh, saya siap kalau dikenai sanksi. Masa kita mau bohong. Bukan main-main ini,” jelasnya
Sementara, Prof Hamsu Gani mengatakan, dirinya mendapatkan surat panggilan untuk hadir pada pukul 11.30 WITA terkait kecurangan Pilrek.
Baca Juga : UMI Ditunjuk Kemendikbudristek Gelar Opening dan Kick Off Wirausaha Merdeka 2024
“Tapi saya diperiksa sudah makan siang,” Singkatnya.
Prof Hamsu juga membeberkan, alasan di balik dirinya masuk dalam daftar dilaporkan, karena dianggap tidak netral menjadi Pansel Pilrek UNM.
“Tadi ini baru saya. Karena dianggap panitia ini tidak netral itu intinya. Jadi pertanyaan kepada saya itu panitia dianggap tidak netral,” bebernya
Baca Juga : Nadiem Batalkan Kenaikan UKT, DPR Harap Student Loan Tidak Jadi Solusi Instan
Prof Hamsu yang juga Direktur Pasca ini, mengaku tidak pernah mengarahkan untuk memilih salah satu kandidat calon rektor UNM.
“Tidak ada satu pun calon yang saya sebutkan. Saya bilang, sebagai Direktur Pasca, kita ini semua diberi amanah di Pasca, mari kita lihat siapa figur calon yang bisa mengembangkan UNM. Khususnya Pascasarjana ke depan,” ujarnya
“Mengajak saja menyukseskan. Nda menyebut pilih ko si A, si B. Tidak. Nda ada saya katakan seperti itu,” lanjutnya.
Sementara, Tim investigasi Itjen Kemendikbudristek yang terdiri dari 3 orang enggan berkomentar terkait pemeriksaan dugaan kasus kecurangan.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
