” Tugas yang kami emban juga menyangkut masalah pengamanan binatang buas atau beracun, evakuasi masyarakat dan pelepasan cicin. Semua tugas tersebut kami laksanakan dengan penuh tanggungjawab walaupun 56 Personil Damkar belum pernah mengikuti pelatihan atau pendidikan khusus terkait tugasnya,” kunci Sekdis Damkar Gowa.
Satu hal yang menjadikan Dinas Damkar selalu bersemangat dalam bekerja,” koordinasi dan dukungan baik dari TNI/ Polri, Korhutla dan instansi lainnya berjalan maksimal, poin lain akan realita di Dinas Damkar Gowa adalah semua personilnya belum berstatus ASN,” lirih M.Said Harmil.
Baca Juga : Kecelakaan Tunggal Armada Damkar di Pangkep, 2 Petugas Meninggal
Dirinya menambahkan, walaupun kondisi armada Pemadam Kebakaran Kabupaten Gowa memang terbilang sangat memprihatinkan namun semangat dalam bekerja tetap dimaksimalkan, bayangkan hanya 3 armada yang bisa beroperasi dengan kondisi kendaraan yang asal asalan wajib melayani area 18 Kecamatan namun maksimalisasi kerja Alhamdulillah tetap terjaga,” imbuhnya.
Pernyataan Sekdis Damkar Gowa dibenarkan oleh Hasmollah,MB, anggota DPRD Gowa.
” Kondisi Dinas Damkar Gowa baik sarana dan prasarananya dalam kurun waktu 10 tahun ini memang memprihatinkan, upaya DPRD Gowa, tentu ini wajib menjadi perhatian serius bagi kami di DPRD Gowa, Pemkab, Pemprov Sulsel dan Pemerintah pusat,” tanggapnya.
Baca Juga : Armada Damkar Kecelakaan di Jalan Poros Pangkep, Hantam Tiang Listrik
Sehingga, pihaknya memastikan akan membawa masalah ini ke rapat di DPRD Gowa.
” DPRD Gowa secepatnya akan bergerak, selain kondisi keuangan daerah yang memang belum maksimal, kami berharap Kemendagri bisa turun tangan dalam mengalokasikan anggaran bagi Dinas Pemadam Kebakaran, kami pastikan akan bahas soal ini,” tegas Hasmollah.MB. ***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
