Logo Harian.news

Harian Mamasa

Kontraktor Ancam Segel Dua Sekolah di Desa Tondok Bakaru Mamasa

Editor : Redaksi Jumat, 02 Juni 2023 11:53
Sekolah yang sudah selesai dikerja Kontraktor terancam disegel di Desa Tondok Bakaru. Ist
Sekolah yang sudah selesai dikerja Kontraktor terancam disegel di Desa Tondok Bakaru. Ist
APERSI

MAMASA, HARIAN.NEWS – Kontraktor bangunan mengancam akan menyegel dua sekolah di Desa Tondok Bakaru, Kabupaten Mamasa lantaran belum dibayar lunas hasil pengerjaan bangunannya oleh pihak dinas pendidikan Mamasa.

Kedua sekolah yang merupakan proyek pengerjaan adalah SDN 005 Rantebuda, dan TK Satu Atap (Satap) yang masing-masing berada di Desa Tondok Bakaru.

Baca Juga : Ikuti Kebijakan Pusat, Disdik Makassar Atur Ulang Jadwal Belajar Selama Ramadan

“Sementara sekolah sudah selesai dibangun pada tahun 2021 lalu dengan sesuai prosedur yang berlaku, tapi biayanya belum dilunasi,” ungkap kontraktor, Demmassewa kepada harian.news, Jumat (2/6/2023).

Untuk anggaran proyek SDN 005 Rantebuda Rp 579 juta lebih, untuk TK Satap 442 juta lebih. Namun hingga pengerjaan selesai, tak kunjung dilunasi sejak 2021.

“Untuk proyek SD sisa 5 persen dana belum dilunasi, sementara TK Satap 30 persen belum cair sampai sekarang,” ungkapnya.

Baca Juga : FORSA IV SD Islam Athirah 2 Bukit Baruga Diikuti 322 Peserta dari 39 Sekolah

Padahal pasca penyelesaian, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Mamasa, Rusli saat itu meminta berkas pencairan namun hingga saat ini tak ada proses pencairan.

Bahkan ia baru-baru ini berinisiatif mencoba menemui langsung Kepala Dinas Pendidikan Mamasa untuk meminta kejelasan. Namun balasanya saat ditemui, kata kontraktor tak memiliki etikad baik.

“Pada Senin (31/5/2023) kami temui Kadis Pendidikan, namun pas ditemui dia jawab saya ada kegiatan sambil buru-buru keluar dari kantornya dengan cepat,” kata kontraktor meniru ucapan Rusli, Kadis Pendidikan.

Baca Juga : SPMB 2025, SMA Negeri 1 Makassar Siapkan 1.000 Kuota Pendaftar

Demmassewa mengaku sudah beberapa kali mencoba konfirmasi namun tidak di respon.

“Berkas pencairan saya beberapa kali tanyakan ke Pak Kadis. Namun Pak Kadis tidak pernah membalas WhatsAppnya,” kesalnya.

“Jika Minggu depan tidak ada kejelasan. Sekolah itu akan saya segel,” sambungnya dengan nada marah.

Baca Juga : Gebrakan Ketua KKSS Amran Sulaiman, Dirikan Sekolah Unggulan KKSS di Bissoloro

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]
Penulis : Jupran Panandang

Follow Social Media Kami

KomentarAnda