Logo Harian.news

KPK Sita 91 Kendaraan Mewah Milik Mantan Bupati Kutai Kartanegara

Editor : Rasdianah Kamis, 06 Juni 2024 16:23
Mantan Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari. Foto: ist
Mantan Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari. Foto: ist

HARIAN.NEWS, JAKARTA – KPK masih melakukan penyidikan kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) mantan Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari. Sejumlah aset mahal terkait kasus itu sudah disita penyidik.

Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri menyebut, ada 91 unit kendaraan mewah dengan berbagai pabrikan yang telah disita KPK.

“Jadi ini update secara global, keseluruhan, ya, sampai hari ini setidaknya. Telah melakukan penyitaan kurang lebih 536 dokumen, kemudian bukti elektronik, dan kendaraan yang terdiri dari motor dan mobil mewah, kurang lebih 91 unit,” kata Ali kepada wartawan, di Gedung Merah Putih KPK, dikutip dari kumparan, Kamis (6/6/2024).

Baca Juga : Buntut Pengadaan Sapi Era SYL, KPK Dalami Dugaan Aliran Uang Rp 800 Juta ke Firli

Berbagai merek, ya. Ada Lamborghini, McLaren, BMW, kemudian Hummer, Mercedes-Benz, dan lain-lain, ada 91 (unit), termasuk mobil dan motor,” lanjutnya.

Tak hanya itu, KPK juga menyita lima bidang tanah ribuan meter serta 30 jam tangan mewah dengan berbagai merek.

“Kemudian ada 5 bidang tanah ribuan meter di sana. Terus kemudian ada barang-barang mewah yang terdiri dari 30 jam tangan berbagai merek. Ada Rolex, Richard Mille, Kemudian Hublot Big Bang, dan lain-lain, ya, banyak, ada 30 jam tangan mewah,” imbuhnya.

Baca Juga : Istana Mulai Komentari Buronan KPK Harun Masiku: Mestinya Bisa Ditangkap!

Ali mengatakan bahwa penyitaan ini dilakukan dalam rangka mengoptimalkan asset recovery terkait hasil kejahatan yang dilakukan.

“Tentu ini semua dilakukan penyitaan dalam rangka mengoptimalkan nantinya dugaan dari hasil kejahatan ini yang terus kami telusuri, kami kumpulkan, dan kemudian nanti tentu dalam proses persidangan Jaksa KPK akan memintanya atau memohon pada Majelis Hakim untuk melakukan perampasan dan kemudian nanti diserahkan kepada negara sejumlah aset yang saya kira ini jumlahnya cukup besar,” tutur Ali.

Saat ini, sebagian besar aset tersebut masih dititipkan di Rupbasan KPK Cawang dan Rupbasan Samarinda.

Baca Juga : Kusnadi, Staf Hasto Akui Pernah Bertemu Buronan Harun Masiku

“Dan saat ini mobil dan motor dan barang bukti yang lain tentu sebagian besar dititipkan di Rupbasan KPK di Cawang dan juga ada di beberapa tempat lain di sana, di Kalimantan Timur, di Samarinda, dan juga masih dititipkan di beberapa pihak dalam rangka perawatannya,” pungkas Ali.

Untuk diketahui, Rita divonis 10 tahun penjara dan denda Rp 600 juta subsidair 6 bulan kurungan. Sedangkan Khairudin divonis 8 tahun penjara dengan denda Rp 300 juta subsidair 3 bulan kurungan.

Rita bersama Khairudin dinilai terbukti menerima gratifikasi dari para pemohon izin dan kontraktor di Pemerintah Kabupaten Kukar sebesar Rp 110.720.440.000. Uang itu ia terima selama menjabat sebagai Bupati Kukar dalam kurun Juni 2010 hingga Agustus 2017.

Baca Juga : Pimpinan KPK Alex Marwata Ternyata Pernah Chat SYL: Minta Kampungnya Dibantu

Belum ada pernyataan dari Rita mengenai kasus pencucian uang maupun penyitaan yang dilakukan KPK.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@harian.news atau Whatsapp 081243114943

Follow Social Media Kami

KomentarAnda