HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama industri perbankan nasional memperkuat komitmen dalam mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon melalui penguatan manajemen risiko iklim, peningkatan ketahanan sektor perbankan, serta perluasan kerja sama internasional di bidang pembiayaan berkelanjutan.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam penyelenggaraan The 2nd Indonesia Climate Banking Forum (ICBF) bertajuk Climate Risk Management and Banking Resilience to Support Climate Finance Investment yang digelar di Jakarta, Kamis (26/03/2026).
Forum ini menjadi kelanjutan dari ICBF perdana pada 2024 yang ditandai dengan peluncuran Climate Risk Management & Scenario Analysis (CRMS) sebagai tonggak awal pengelolaan risiko perubahan iklim secara terstruktur di sektor perbankan.
Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menegaskan bahwa transformasi sistem keuangan menuju sistem yang selaras dengan agenda iklim merupakan bagian penting dari arah kebijakan pembangunan nasional.
“Transformasi sistem keuangan yang selaras dengan agenda iklim bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan strategis. Sektor jasa keuangan harus mampu menjadi katalis dalam mendukung pembiayaan transisi menuju ekonomi rendah karbon,” ujar Friderica dalam sambutannya.
Ia menambahkan, OJK memandang manajemen risiko iklim sebagai komponen penting dalam arsitektur pengawasan sektor keuangan.
“Manajemen risiko iklim harus menjadi bagian terintegrasi dalam tata kelola dan pengambilan keputusan pembiayaan. Dengan begitu, sektor perbankan tidak hanya tangguh terhadap risiko, tetapi juga proaktif mendukung pembangunan berkelanjutan,” jelasnya.
Dalam forum tersebut, OJK bersama Pemerintah Inggris meluncurkan Indonesia–UK Strategic Partnership Working Group on Climate Financing sebagai wujud penguatan kerja sama strategis dalam memobilisasi pendanaan untuk agenda keuangan berkelanjutan.
Friderica menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Britania Raya dalam pembentukan kelompok kerja tersebut.
“Kami menyambut baik dukungan Pemerintah Inggris dalam pembentukan Working Group on Climate Financing. Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat inovasi pembiayaan transisi dan memperkuat kemitraan strategis kedua negara,” katanya.
Pembentukan kelompok kerja ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan kemitraan strategis antara Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer pada Januari lalu.
Peresmian dilakukan oleh UK Minister for the Indo-Pacific Seema Malhotra, Duta Besar Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey, Pjs Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, serta Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae.
Melalui forum dan kolaborasi ini, OJK berharap sektor perbankan nasional semakin siap menghadapi risiko perubahan iklim sekaligus berperan aktif dalam memperluas pembiayaan hijau dan berkelanjutan di Indonesia.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
