HARIAN.NEWS, MAKASSAR – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) mencatat pertumbuhan positif pada pemanfaatan energi listrik di sektor bisnis.
Sepanjang Januari hingga September 2026, jumlah pelanggan golongan Bisnis di wilayah tersebut mencapai 15.362 pelanggan, dengan penambahan 2.063 pelanggan baru khusus pada September 2026.
Secara kumulatif, penjualan tenaga listrik kepada pelanggan golongan Bisnis telah menembus angka 1,52 miliar kilowatt hour (kWh), dengan volume penjualan pada bulan September tercatat sebesar 175,83 juta kWh.
Angka ini mencerminkan kian aktifnya roda perekonomian dan geliat usaha di kawasan Sulselrabar.
General Manager PLN UID Sulselrabar, Didik Wicaksono, menegaskan bahwa ketersediaan listrik yang andal merupakan fondasi utama bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan produktivitas, mulai dari pengolahan bahan baku hingga pemanfaatan teknologi digital.
“PLN bertekad menghadirkan manfaat yang lebih luas, tidak hanya memastikan kebutuhan energi terpenuhi, tetapi juga mendukung pelaku UMKM agar semakin produktif, berdaya saing, dan mandiri secara berkelanjutan,” ucapnya.
Tak sekadar menyalurkan pasokan listrik, PLN UID Sulselrabar melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) juga turun langsung mendampingi para pelaku usaha lokal.
Program pemberdayaan dilakukan secara menyeluruh, mencakup penyaluran bantuan modal usaha, perbaikan alat produksi, pembukuan keuangan, peningkatan kualitas kemasan, hingga perluasan akses pasar.
Dua wilayah yang menjadi contoh sukses program ini adalah UMKM di Sombano (Kabupaten Wakatobi) dan Desa Cahaya Bontojai (Kabupaten Bone).
Di Sombano, pendampingan PLN berhasil menaikkan kelas produk lokal lewat perbaikan tampilan dan identitas merek hingga mampu tampil di expo tahunan Wakatobi.
Sementara di Desa Cahaya Bontojai, empat UMKM binaan yang memproduksi madu hutan, kerajinan Boja Kriya & Bojahit, kue tradisional Bugis “Kue Nenek’ta”, serta gula aren Batu Bontojai bahkan mendapatkan kesempatan memamerkan produk mereka di pameran Kantor Pusat PLN, Jakarta.
Salah satu pelaku UMKM binaan asal Desa Cahaya Bontojai, Muhammad Arif Muhaimin, mengaku sangat terbantu dengan pendampingan dan akses pasar yang diberikan.
“Kesempatan mengikuti pameran di Kantor Pusat PLN sebagai pengalaman berharga untuk memperkenalkan produk lokal ke khalayak luas, sekaligus berharap usaha mereka dapat terus berkembang dan semakin dikenal masyarakat luas,” pungkasnya.
Baca Juga : Dorong Transisi Energi Bersih, PLN Operasikan SPKLU Ultra Fast Charging di Sulselrabar
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@harian.news
