Logo Harian.news

Oleh Pemred HARIAN.NEWS, IGA Kumarimurti Diwia

Mari Menanam Pohon Membangun Kepedulian

Editor : Andi Awal Tjoheng Jumat, 17 Januari 2025 16:35
Pemimpin Redaksi Harian.news, Iga Kumarimurti Diwia ||Ist
Pemimpin Redaksi Harian.news, Iga Kumarimurti Diwia ||Ist
APERSI

JAKARTA, HARIAN.NEWS – Peristiwa kebakaran di Los Angeles beberapa waktu lalu sangat mengerikan. Diperparah oleh angin kencang hingga dalam waktu singkat menyebar dan menghanguskan lebih dari 17.000 hektar lahan.

Pemadam kebakaran kewalahan mengatasi. Sudah tentu jumlah kerugian yang diakibatkan sangat fantastis. Dalam waktu singkat kota seperti tidak ada kehidupan.

Baca Juga : Ketika Kekerasan Menjadi Bahasa Politik, Kata-Kata Pun Menjadi Ancaman Nyata

Mungkinkah hal seperti itu terjadi di negeri ini? Tentu saja sangat mungkin. Pembelajaran yang sangat terkait dengan kondisi hampir diseluruh wilayah di Indonesia. Termasuk dijumpai ditengah Kota Makassar, rumah penduduk berhimpitan.

Seenaknya membuang sampah bekas minuman kemasan di got meski menyumbat, pembiaran terus terjadi. Sungai-sungai yang biasa mengalir deras tersendat karena ditumbuhi enceng gondok menjadikan sungai dangkal dll.

Peristiwa sejenis jika dibiarkan tanpa upaya pencegahan untuk meminimalisir kerusakan dari sekarang, semua akan meninggalkan kenangan buruk.

Baca Juga : Polemik Haji 2026 : Kebijakan Ada Tapi Ketenangan Jemaah Masih Dipertanyakan

Selain faktor alam manusia merupakan pemicu terjadi kerusakan seperti tata kelola pemerintah yang korup juga faktor penghambat. Himbauan tenaga pekerja memperjuangkan hak, berujung kontraknya tidak diperpanjang.

Anggaran untuk pemeliharaan alat seperti damkar dan pembayaran tenaga kebersihan tergerus. Peristiwa kebakaran dan bencana lain sudah pasti sering terjadi karena kelalaian manusia. Pihak terkait memberikan respon yang lambat.

Sosialisasi wajib terus ditingkatkan di berbagai platform disertai kerja nyata. Menanam pohon untuk kelanjutan kehidupan bersama bukan sekadar himbauan, nyata diperjuangkan.

Baca Juga : Swasembada untuk Siapa? Ketika Petani Batang Jeneponto Gagal Panen karena Kekeringan

Kepekaan dilatih dan dipraktekkan karena skil meningkatkan sensitifitas pada kepentingan dan persoalan orang banyak tidak turun dari langit. Harus diasah agar tidak tumpul.

Tidak ada kata terlambat, mari menanam pohon, membangun sebuah bentuk kepedulian, ikut menjaga alam dari berbagai kerusakan. Selain mempercantik juga bisa membuat teduh kota.

Membersihkan udara dari polutan. Mencegah perubahan iklim, memperkuat tanah dan menyimpan air dll. ***

Baca Juga : Jangan Tunggu Anak Siap, Sistemnya yang Harus Siap

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]
Penulis : IGA K DIWIA

Follow Social Media Kami

KomentarAnda