HARIAN.NEWS, JAKARTA – Kekalahan telak 1-7 tidak mematahkan semangat timnas Curaçao. Pelatih Dick Advocaat justru membela habis-habisan anak asuhnya usai menderita kekalahan dari Jerman dalam debut bersejarah di Piala Dunia 2026, Minggu (15/6) pagi WIB.
Skor yang tercatat di papan skor memang tidak bersahabat. Namun bagi Advocaat, ada nilai lebih besar yang patut dirayakan. “Kami tidak punya alasan untuk malu kalah dengan selisih tujuh gol dari Jerman,” tegas pelatih senior berusia 78 tahun itu dengan nada tegas.
Baca Juga : Piala Dunia dan Bangsa Penonton
Realitas Lapangan: Jerman Terlalu Kuat
Pertandingan di pagi hari itu menjadi bukti nyata perbedaan kualitas antara raksasa sepak bola Eropa dengan tim pendatang baru. Jerman, dengan tradisi sepak bola mereka yang mentereng, menunjukkan dominasi penuh sejak peluit awal dibunyikan.
Felix Nmecha menjadi algojo tercepat. Baru berjalan 6 menit, gelandang muda itu sudah membobol gawang Curaçao, mencatatkan gol tercepat di turnamen sejauh ini. Seolah tidak puas, Die Mannschaft terus melancarkan serangan bertubi-tubi.
Baca Juga : Ferran Torres Jadi Tumpuan Spanyol di Piala Dunia 2026, Ini Profilnya
Namun, Curaçao bukan tim yang mudah menyerah. Livano Comenencia membuktikan hal itu. Pada menit ke-21, tendangan kerasnya membentur pemain Jerman sebelum melewati kiper legendaris Manuel Neuer. Skor imbang 1-1 sempat memberikan harapan.
Sayangnya, euforia itu tidak bertahan lama. Jerman kembali menekan, dan Curaçao kebobolan pada menit ke-38. Gol-gol berikutnya menyusul, membuat skor akhir menjadi 1-7—kekalahan terbesar dalam 12 tahun terakhir di Piala Dunia, menyamai rekor Jerman saat menghancurkan Brasil 7-1 di turnamen 2014.
Advocaat: Ini Tentang Kebahagiaan Rakyat Curaçao
Baca Juga : Spanyol Angkat Trofi Piala Dunia 2026 Usai Tekuk Argentina 1-0
Di ruang pers, Advocaat tidak terlihat murung. Sebaliknya, ada kebanggaan terpancar dari wajahnya. “Para pemain tahu, jika mereka kalah, mereka tidak boleh berkecil hati. Ini bukan aib,” ujarnya.
Bagi pelatih yang pernah menangani Chelsea, Rangers, dan timnas Rusia ini, konteksnya lebih besar dari sekadar skor. “Ini berkaitan dengan kegembiraan masyarakat Curaçao. Ini adalah saat di mana emosi meluap. Kegembiraan masyarakat sangat luar biasa,” kata Advocaat dengan nada haru.
Ia menekankan bahwa pengalaman tampil di panggung terbesar sepak bola dunia adalah kemenangan tersendiri. “Kita harus menjadikan turnamen ini sebagai turnamen yang hebat. Kita bisa memberikan kejutan di pertandingan kedua dan ketiga,” optimisnya.
Baca Juga : Cerita Foto Ikonik Messi Memandikan Yamal, Dua Generasi yang Bertemu di Final Piala Dunia 2026
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
