“Jumlah SPPG yang telah beroperasi 27.820 dikalikan dengan insentif per hari selama 18 hari, maka kita sudah bisa melakukan efisiensi insentif SPPG sebesar Rp3.004.560.000.000,” ujar Agustina.
Beberapa sumber lain menyebut angka efisiensi mencapai Rp3,4 triliun hingga Rp3,45 triliun. Ini menjadi salah satu langkah penghematan terbesar dalam pengelolaan program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut.
Baca Juga : Resmi! Nanik S. Deyang Jadi Kepala BGN, Said Iqbal Penasihat Presiden
Bukan sekadar menjeda pembagian makanan, BGN memanfaatkan momentum libur sekolah untuk melakukan penataan dan standarisasi tata kelola program MBG secara menyeluruh. Beberapa langkah yang akan dilakukan antara lain:
1. Refocusing penerima manfaat – BGN telah mengidentifikasi 76 sekolah di Pulau Jawa dengan total 39.352 siswa yang dinilai mampu memenuhi kebutuhan gizinya secara mandiri. Anggaran akan dialihkan ke daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) dan kelompok yang lebih membutuhkan.
2. Peninjauan skema insentif – Ke depan, insentif SPPG tidak lagi diberikan secara seragam Rp6 juta, tetapi akan disesuaikan dengan jumlah penerima manfaat yang dilayani masing-masing dapur.
3. Penggabungan SPPG – BGN membuka kemungkinan menggabungkan sejumlah SPPG di wilayah dengan jumlah penerima manfaat yang belum memadai.
Agustina menegaskan bahwa langkah ini krusial demi perbaikan mutu pelayanan saat para siswa kembali masuk sekolah nanti. “Kami ingin melakukan tata kelola kembali dan penataan kembali, sehingga mengambil momentum liburan sekolah ini untuk perbaikan pengelolaan program MBG,” pungkasnya. ***
Baca Juga : Pemerintah Siapkan Dashboard MBG Terbuka, Guru Bisa Lapor Menu Bosen
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
