Cabo Verde: Dari Bekas Koloni ke Babak 32 Besar Dunia
HARIAN.NEWS, JAKARTA – Piala Dunia 2026 kembali menghadirkan cerita yang melampaui sekadar skor dan statistik. Di tengah dominasi negara-negara raksasa sepak bola, satu nama muncul sebagai simbol kejutan sekaligus inspirasi: Cabo Verde (Portugis) atau Cape Verde (Inggris) atau Tanjung Verde.
Baca Juga : Kanada ke 16 Besar Piala Dunia 2026 Usai Tekuk Afrika Selatan
Negara kepulauan kecil di Afrika Barat itu menjadi salah satu kisah paling menarik dalam turnamen edisi 2026 setelah berhasil melangkah ke babak 32 besar pada penampilan perdana mereka di panggung Piala Dunia.
Capaian tersebut langsung menarik perhatian publik sepak bola dunia. Bukan tanpa alasan. Tanjung Verde datang bukan sebagai unggulan, bukan pula negara dengan tradisi panjang di level elite.
Namun mereka membuktikan bahwa organisasi permainan, disiplin bertahan, dan efektivitas serangan balik masih menjadi senjata yang mampu menantang kekuatan besar.
Baca Juga : Ronaldo Ungguli Messi, Ini 10 Pemain Terkaya di Piala Dunia 2026
Di fase grup, Tanjung Verde tampil di luar ekspektasi. Mereka mampu mengumpulkan poin penting dan memastikan status runner-up grup sehingga berhak melanjutkan perjalanan ke fase gugur.
Salah satu hasil yang menyita perhatian adalah kemampuan mereka menahan tim-tim unggulan dan tetap menjaga konsistensi permainan sepanjang penyisihan.
Yang membuat kisah ini semakin luar biasa adalah ukuran negaranya.
Baca Juga : Duh! Wakil Asia di Piala Dunia 2026 Sisa 2, Jepang dan Australia
Berdasarkan data World Bank 2024, populasi Cabo Verde atau Tanjung Verde hanya sekitar 524.877 jiwa. Jumlah tersebut bahkan tidak jauh berbeda dengan gabungan penduduk beberapa kecamatan di kota besar Indonesia.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
