HARIAN.NEWS, JAKARTA – Nokia dan Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat/IOH) menjalin kerja sama strategis untuk memodernisasi jaringan seluler di Indonesia melalui penerapan teknologi 5G Radio Access Network (RAN) berbasis kecerdasan buatan (AI).
Melalui kemitraan ini, Nokia akan menjadi mitra teknologi utama dalam pengembangan jaringan 5G pada pita frekuensi rendah dan menengah guna meningkatkan kapasitas, cakupan, dan kualitas layanan digital bagi pelanggan di seluruh Indonesia.
Baca Juga : Perkuat Ekosistem Ketenagakerjaan, Kemnaker Teken MoU dengan Wadhwani dan Indosat
Kolaborasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya Indosat memperluas akses digital yang lebih inklusif sekaligus membangun fondasi jaringan yang lebih cerdas, fleksibel, dan siap mendukung berbagai layanan berbasis AI di masa depan.
President Director dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengatakan penguatan infrastruktur digital menjadi langkah penting untuk menghadirkan pengalaman digital yang lebih baik bagi pelanggan.
“Bersama Nokia dan NVIDIA, kami membangun fondasi jaringan terintegrasi AI yang akan meningkatkan kualitas konektivitas sekaligus menghadirkan pengalaman digital yang lebih lancar bagi pelanggan. Kolaborasi ini juga memperkuat komitmen kami dalam mendorong transformasi digital yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Vikram.
Baca Juga : Mudik Lebaran 2026, Indosat Antisipasi Lonjakan Trafik 53 Persen di Jeneponto
Selain pengembangan jaringan 5G, Nokia, Indosat, dan NVIDIA juga akan melanjutkan pengembangan teknologi AI-RAN di Indonesia. Ketiga perusahaan menargetkan pelaksanaan uji coba lapangan pada akhir 2026 setelah sebelumnya berhasil melakukan panggilan AI-RAN pertama dalam ajang Mobile World Congress 2026.
AI-RAN merupakan teknologi yang mengintegrasikan kecerdasan buatan dengan jaringan radio seluler sehingga memungkinkan pengelolaan jaringan yang lebih efisien, cerdas, dan adaptif terhadap kebutuhan pelanggan.
President dan CEO Nokia, Justin Hotard, mengatakan evolusi jaringan telekomunikasi ke depan akan ditentukan oleh kemampuan operator menggabungkan konektivitas dan kecerdasan buatan dalam satu ekosistem.
Baca Juga : Indosat Gandeng BERSATHU, Permudah Konektivitas Jamaah Haji dan Umrah
“Bersama Indosat dan NVIDIA, kami membangun jaringan generasi berikutnya yang mampu memperluas cakupan 5G, mendukung layanan berbasis AI, serta menciptakan nilai jangka panjang bagi industri dan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, SVP Telecoms NVIDIA, Ronnie Vasishta, menilai kolaborasi tersebut menjadi langkah penting dalam mengembangkan jaringan 5G sebagai platform kecerdasan digital.
“Pengembangan AI-RAN akan membantu menciptakan arsitektur jaringan yang memungkinkan AI dan konektivitas berjalan berdampingan untuk menghadirkan efisiensi dan inovasi baru,” ujarnya.
Baca Juga : Indosat Bikin Ramadan Lebih Nyaman Lewat Kampanye #LebihBaikIndosat
Sebagai bagian dari proyek modernisasi jaringan, Nokia akan menghadirkan perangkat radio generasi terbaru Habrok dan Pandion, baseband Levante, Centralized RAN, serta platform otomasi jaringan berbasis AI.
Indosat menargetkan implementasi 5G pita frekuensi rendah di seluruh jaringan, sementara 5G pita frekuensi menengah akan menjangkau sekitar 80 persen jaringan dalam kurun waktu 3,5 tahun ke depan.
Pengembangan jaringan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas layanan telekomunikasi, tetapi juga mendukung pemanfaatan AI di berbagai sektor seperti layanan publik, pendidikan, kesehatan, industri, hingga pertanian.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
