HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Upaya menumbuhkan budaya kegemaran membaca di kalangan anak-anak, mesti dilakukan dengan cara-cara kreatif. Seperti program inovasi “Halte Literasi” di SD Negeri Rappocini, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar.
Berkat inovasi yang dilakukan Juli Astutik, S.Pd, M.Pd, Kepala UPT SPF SD Negeri Rappocini, program yang dirancang dengan melibatkan orangtua itu, masuk 10 besar lomba Innovation Major Award (IMA) Kota Makassar, tahun 2023.
Baca Juga : Pendidikan sebagai Ilusi Peradaban: Dekonstruksi Metanarasi Pendidikan Nasional
“Alhamdulillah, inovasi “Halte Literasi” lolos 10 lomba IMA 2023,” kata Juli Astutik melalui pesan WhatsApp, Jumat, 27 Oktober 2023.
Kepastian masuk 10 besar IMA 2023 didapat setelah proses tahapan presentasi di Ruang Rapat Kepala Balitbangda Kota Makassar di ruko mal GTC Jl Tanjung Bunga, Kota Makassar, Kamis, 26 Oktober 2023. Saat itu, diundang sekolah, instansi dan Puskesmas yang masuk 10 besar.
Adapun 10 besar lomba IMA 2023 adalah: “Halte Literasi” (SD Negeri Rappocini, “Jampangi Anak’ta” (Rumah Sakit Daya), “Karamel Gula” (PKM Mamajang), “Seri Beraksi” (SDN Bawakaraeng 1), Kepiting (SD Negeri Sudirman IV), “Sipakatau” (Inspektorat), “Ekspresi Ta” (SD Inpres Maccini Baru), “Rungkad” (SD Inpres Unggulan Puri Taman Sari), “Pentas Jumat” (Dinas Kesehatan), dan “Bengkel Lino” (SD Inpres Banta-Bantaeng 1).
Baca Juga : Rakorda BAN-PDM Sulsel, Kakanwil Kemenag Soroti Penguatan Budaya Mutu Pendidikan
Apa yang dicapai SD Negeri Rappocini, pada tahun 2023 ini, merupakan suatu kemajuan. Juli Astutik menyampaikan, pada tahun lalu, sekolahnya hanya masuk 25 lomba IMA 2022, tidak sampai 10 besar.

“Tahun lalu, program inovasi kami, MarkisaTa atau Mari ki sedekah sampah ta, hanya bisa sampai 25 besar,” papar Juli Astutik.
Baca Juga : Bangun Budaya Curhat Anak, SD Islam Al-Azhar 34 Makassar Perkuat Sinergi dengan Orangtua
Keunikan dan kebaruan dari program inovasi “Halte Literasi” karena pendekatan dilakukan secara partisipatif kolaboratif.
Ketika presentasi di Ruang Rapat Kepala Balitbangda Kota Makassar, hadir memberikan testimoni, perwakilan dari orangtua yang tergabung dalam Gesit Ta’.
Ketua Forum Gesit Ta’, Haykal Alpin, menceritakan best practice program di sekolah anaknya itu. Hadir pula memberikan testimoni, perwakilan siswa. Yakni Duta Literasi, Muh Furqon, murid kelas 5C.
Baca Juga : Dual-Location Smart Classroom Solusi Kesenjangan Pendidikan di Daerah
Gesit Ta’ adalah program inovasi lain SD Negeri Rappocini, merupakan akronim dari gerak cepat selalu inovatif keluarga kita. Program ini melibatkan orangtua siswa dalam kegiatan-kegiatan di SD Negeri Rappocini.
“Tahapan selanjutnya, pada Senin, 30 Oktober 2023, akan dilakukan Verifikasi Lapangan untuk yang masuk 10 besar IMA 2023 ini,” pungkas Juli Astutik. (**)
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

