HARIAN.NEWS,JAKARTA – Usai merayakan Idul Fitri 1 Syawal, umat Islam dianjurkan melanjutkan ibadah dengan puasa Syawal selama enam hari. Amalan sunnah ini memiliki keutamaan luar biasa dan bisa dikerjakan mulai 2 Syawal hingga akhir bulan.
Rasulullah SAW bersabda tentang keutamaan puasa Syawal:
“Barang siapa berpuasa Ramadan kemudian diikuti dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa setahun penuh.” (HR. Muslim).
Baca Juga : Puasa Sunah Syawal bagi Istri: Harus Izin Suami, Kenapa?
Lantas, bagaimana syarat sah dan tata cara puasa Syawal yang benar? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
7 Syarat Sah Puasa Syawal
Agar puasa Syawal yang Anda jalankan sah dan bernilai ibadah, perhatikan tujuh syarat berikut:
Baca Juga : Puasa Syawal atau Qadha, Mana yang Baiknya Didahulukan?
1. Beragama Islam: Puasa Syawal hanya diperuntukkan bagi umat Muslim sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT.
2. Berakal Sehat : Orang yang tidak berakal seperti orang gila atau pingsan tidak diwajibkan berpuasa. Hal ini sesuai hadis tentang diangkatnya kewajiban dari tiga golongan, termasuk orang yang tidak berakal.
3. Sudah Baligh : Anak yang belum baligh tidak wajib berpuasa. Namun, jika sudah mumayyiz (mampu membedakan baik dan buruk), puasanya tetap sah dan bisa mulai dilatih.
Baca Juga : Cara Puasa Syawal 1446 H yang Benar, Niat dan Waktu Pelaksanaan
4. Mampu Berpuasa : Puasa dilakukan oleh orang yang memiliki kemampuan fisik dan tidak dalam kondisi yang membahayakan kesehatannya.
5. Diawali dengan Niat : Puasa Syawal harus diawali dengan niat. Berikut bacaannya:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ سِتَّةٍ مِنْ شَوَّالٍ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Baca Juga : Ingin Puasa Syawal? Ini Lafal Niat dan Waktu Pelaksanaannya
Nawaitu shauma ghadin ‘an sittatin min Syawwali sunnatan lillahi ta’ala
Artinya: “Aku niat puasa enam hari di bulan Syawal sunnah karena Allah Ta’ala.”
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
