Logo Harian.news

Reses Andi Odhika di Tamalanrea dan Berua, Warga Keluhkan Infrastruktur dan Sampah

Editor : Redaksi Selasa, 14 Oktober 2025 19:58
Reses Andi Odhika di Tamalanrea dan Berua. (Foto: Humas DPRD Makassar)
Reses Andi Odhika di Tamalanrea dan Berua. (Foto: Humas DPRD Makassar)
APERSI

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Anggota DPRD Kota Makassar, Andi Odhika Cakra Satriawan, kembali melaksanakan reses pertama masa persidangan I tahun sidang 2025/2026, Selasa (14/10/2025).

Legislator Fraksi NasDem ini menyerap aspirasi warga di tiga titik, yakni Jalan Albiruni Kampung Parang, Kelurahan Tamalanrea Jaya, serta Jalan Berua V dan Jalan Berua III, Komp BTN KNPI, Kelurahan Berua, Kecamatan Biringkanaya.

Baca Juga : Kasus Jukir Liar Tak Ada Habisnya, DPRD Makassar Minta Perumda Parkir Jangan Diam

Di Kelurahan Tamalanrea Jaya, Odhika menerima keluhan warga terkait penyaluran bantuan sosial (bansos) yang dinilai belum merata.

Beberapa warga yang dinilai layak menerima bantuan, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), disebut belum terdata.

“Jadi didata kembali karena menurut Pak RW, ada warga yang seharusnya dapat bantuan tapi belum menerima sampai sekarang,” ujar Odhika.

Baca Juga : PKB Ingatkan: Kepuasan Publik Bukan Zona Nyaman

Ia meminta Dinas Sosial bersama pihak kelurahan memperbarui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi (DTSEN) agar penyaluran bansos lebih tepat sasaran.

Odhika juga menegaskan pentingnya mempercepat pendataan mengingat kebutuhan warga miskin semakin mendesak.

“Pendataan harus dilakukan cepat, karena warga yang tidak mampu juga perlu segera dibantu,” tegasnya.

Baca Juga : Aspirasi Warga Makassar: Drainase, KIS, dan Beasiswa Jadi Fokus Reses Andi Odhika

Sementara di Kelurahan Berua, aspirasi warga berfokus pada perbaikan jalan dan drainase yang rusak. Menurut Odhika, masalah ini harus segera ditindaklanjuti mengingat intensitas hujan mulai meningkat di Makassar.

“Katanya perlu diperbaiki, apalagi ini sudah masuk musim hujan. Jadi harus cepat ditangani,” ujar Anggota Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat DPRD Makassar itu.

Selain infrastruktur, warga juga mengeluhkan minimnya armada pengangkut sampah. Akibatnya, sampah hanya diangkut dua kali seminggu, sehingga menimbulkan tumpukan di beberapa titik.

Baca Juga : Didampingi PDAM, Ismail Serap Aspirasi Soal Air Bersih di Rappojawa

“Ini juga harus diteruskan ke lurah karena masalah sampah hampir terjadi di seluruh wilayah Makassar,” tutupnya.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda