Makassar, Bulukumba, Jeneponto Jadi Pengirim Sampel Terbanyak: Peta Kualitas Air Minum Sulsel Triwulan I 2026
HARIAN.NEWS,MAKASSAR – Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Makassar menggelar pertemuan strategis bertajuk “Diseminasi Hasil Surveilans Berbasis Laboratorium Triwulan I Tahun 2026” pada Kamis (30/4/2026). Mengusung tema “Data Akurat, Rekomendasi Tepat, Respon Cepat”, kegiatan ini bertujuan untuk memaparkan hasil evaluasi kesehatan masyarakat di wilayah kerja Sulawesi Selatan dan sekitarnya guna menghadapi tantangan transisi musim.
Baca Juga : Gelar Forum Konsultasi Publik, Balai Labkesmas Makassar Bangun Koneksi
Acara yang berlangsung secara daring ini dihadiri oleh puluhan pemangku kepentingan dari berbagai instansi kesehatan, mulai dari jajaran Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Dinas Kesehatan Sulawesi Tenggara, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota meliputi Wajo, Jeneponto, Bantaeng, Luwu Utara, Toraja Utara, Luwu Timur, Palu, hingga Kendari, serta perwakilan RSUD Undata dan berbagai Puskesmas seperti Puskesmas Poasia. Selain itu, turut hadir perwakilan dari Loka Labkesmas Kupang dan Pangandaran.
Kepala Balai Labkesmas Makassar, Rustam, S.Si, M.Kes, dalam sambutannya menekankan urgensi pemeriksaan kualitas air minum dan surveilans penyakit pernapasan sebagai pilar pencegahan penyakit. Ia memaparkan bahwa pemantauan kualitas air sangat vital untuk memastikan keamanan konsumsi masyarakat dari parameter fisis, kimia, dan mikrobiologi.
“Manfaat utamanya adalah mencegah penyakit berbasis air seperti diare dan tipus, serta memberikan data untuk tindakan preventif jika ditemukan risiko pencemaran lingkungan,” ujarnya.
Baca Juga : Balai Labkesmas Makassar Sukseskan Uji Resistensi Vektor Malaria Terhadap Insektisida di Toraja Utara
Ia juga mendorong kepatuhan terhadap standar kesehatan yang telah ditetapkan, baik untuk konsumsi mandiri maupun komunal. Dengan menyarankan pengujian secara rutin, terutama saat memasuki musim kemarau.
Pertemuan ini juga menyoroti penguatan surveilans Influenza Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI). Rustam menjelaskan bahwa upaya ini sangat penting untuk mendeteksi wabah lebih cepat.
“Data yang kita hasilkan dari kegiatan ini menjadi dasar rekomendasi kebijakan agar kita siap menghadapi ancaman pandemi di masa depan,” tambah Rustam menekankan komitmen global Indonesia melalui National Influenza Center.
Baca Juga : Kepala Balai Labkesmas Makassar Harapkan Program Berjalan Lahirkan Manfaat Bagi Kesehatan Masyarakat
Sementara itu, Epidemiolog Kesehatan Ahli Madya, Nuralim Ahzan, SKM, M.Kes, menekankan bahwa data yang ditampilkan merupakan hasil pemeriksaan berdasarkan permintaan customer.
“Data ini berasal dari seluruh sampel yang kami terima baik yang mengirimkan atau yang diambil langsung oleh petugas atas permintaan pelanggan. Sehingga jumlah dan titik pengambilan sampel tidak ditentukan oleh Balai Labkesmas. Akan berbeda misalnya kalau memang kita melakukan surveilling aktif, kita yang menentukan titik sampelnya. Tapi karena ini adalah permintaan jadi kita hanya melakukan pengambilan sampel berdasarkan permintaan dari customer,” ungkapnya.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

