HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Ribuan siswa SMA/SMK di Sulsel terancam tak bisa ikut Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) karena telat terdaftar dalam akun Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) di Balai Pengelolaan Pengujian Pendidikan (BPPP).
Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan (Disdik Sulsel) kini telah mengambil langkah-langkah pengawasan selama proses SNMBP 2025 kepada seluruh sekolah-sekolah menengah atas dan kejuruan jauh sebelum masalah mogok belajar tersebut di blowup ke media sosial.
Disdik Sulsel mengkonfirmasi kalau pihaknya sudah memberikan isyarat dan juga peringatan kepada masing-masing pihak sekolah termasuk SMAN 7 dan SMAN 17 Makassar akan batas akhir pendataan siswanya di PDSS tersebut.
Baca Juga : 38 SMA di Sulsel Terancam Gagal SNBP, Termasuk SMA Negeri 17 Makassar
“Jauh sebelum ini viral di medsos kami sudah ingatkan secara terus menerus kepada pihak sekolah kalau segera merampungkan data siswa,” kata Staf Disdik Sulsel, Muliayama Tanjung Kamis, (6/2/2025).
Muliayama yang ditugaskan untuk menyelidiki masalah SNBP yang membuat siswa mogok belajar dan masuk sekolah khususnya SMAN 17 Makassar menemukan permasalahan di internal sekolah.
“Masalah ini memang murni kelalaian pihak sekolah yang telat mendaftarkan siswanya. Ada pun kesalahan siswa pada telatnya penyetoran sertifikat yang menjadi syaratnya,” ujarnya saat dihubungi via telepon.
Baca Juga : Siswa SMA 17 Makassar Demo di Kantor Dinas Pendidikan, Tuntut Hak SNBP
Ia mengonfirmasi juga kalau jumlah siswa yang tidak bisa ikut SNBP sebanyak kurang lebih seribu orang. Jumlah itu terbagi dari siswa SMA dan SMK Negeri yang terdaftar.
“Jumlahnya hampir seribuan siswa. Tetapi ada beberapa siswa dan sekolah itu tidak melanjutkan ke tahap selanjutnya dan itu atas permintaan sekolah masing-masing,” ucapnya.
Adapun siswa yang memenuhi syarat akan diikutkan ke dalam bimbingan belajar selama tiga bulan, dan itu adalah kewenangan milik sekolah.
Baca Juga : Fazzio Youth Project Pacu Kreativitas dan Semangat Pelajar di SMA 17 Makassar
“Kami sudah menyurat ke pusat dan menunggu hasilnya. Kalau ternyata ditolak berarti mereka harus menerima tidak bisa ikut SNBP ke jenjang selanjutnya,” katanya.
Ia juga menyebut bahwa permasalahan SNBP akibat adanya masalah dari internal sekolah yang telat memasukkan data siswanya ke PDSS.
“Ada masalah internal yang tidak bisa kami ceritakan. Tentunya nanti pimpinan yang akan mengambil sikap kepada pihak sekolah,” kata dia.
Baca Juga : Danny Pomanto Hadiri Penamatan Putri Bungsunya di SMAN 17 Makassar
Disdik Sulsel menyatakan pihak sekolah akan mengambil langkah untuk mengeluarkan anggaran dari dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) ke biaya bimbingan belajar para siswa sembari menunggu waktu SBMPTM sudah mulai terbuka di setiap perguruan tinggi.
Disdik Sulsel juga akan menentukan sikap apabila pihak sekolah termasuk kepada pihak sekolah SMAN 17 Makassar yang dianggap lalai dengan masalah ini. Termasuk soal pencopotan jabatan jika terbukti bersalah.
Penulis: Muh Yusuf Yahya
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
