HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diluncurkan sejak Senin (6/1/2025) di Indonesia, termasuk di Kota Makassar tak melulu menjadi kabar gembira. Jika MBG disambut positif oleh siswa-siswi sekolah, tak demikian bagi pemilik kantin sekolah.
Dalam tiga hari pelaksanaannya, beberapa kantin di sekolah terpaksa tutup karena minimnya pembeli. Setidaknya lima kantin sehat di SMAN 10 Makassar tutup imbas MBG.
Baca Juga : Prabowo: MBG dan Koperasi Desa Jadi Pilar Kebangkitan Ekonomi Rakyat
Salah satu pengelola kantin sekolah, Fatma, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap program ini berdampak pada usaha kecil seperti kantin sekolah.
“Kantin sehat ini sudah tutup sejak Senin, kurang tahu kapan buka lagi. Mungkin karena ada Makan Bergizi Gratis untuk siswa, jadi mereka tidak menjual. Padahal, banyak makanan dan karyawan yang bergantung di sana,” ujar Fatma, Rabu (8/1/2025).
Ia menambahkan, penjualan makanan di kantinnya juga mengalami penurunan drastis. Sebelumnya, siswa sering membeli makanan berat seperti nasi goreng, mie kering, dan jajanan lainnya. Namun, sejak program MBG berjalan, hanya sekitar 20 siswa yang datang ke kantinnya.
Baca Juga : BGN Klarifikasi Isu 19 Ribu Sapi per Hari
“Kalau nanti siswa kelas XI dan XII juga dapat makanan gratis, bisa dipastikan penjualan kami akan semakin menurun,” katanya.
Fatma juga mengeluhkan beban operasional kantin yang tetap berjalan meskipun pendapatan menurun. Setiap tahun, Ia harus mengeluarkan biaya lebih dari Rp 5 juta untuk sewa lahan, sewa bangunan, serta token listrik.
“Untuk sewa lahan per tahun itu Rp 1 juta, sewa kantinnya Rp 2,7 juta. Belum lagi token listrik. Penghasilan kami tidak menentu, tergantung siswa yang belanja,” keluhnya.
Baca Juga : 2.162 SPPG Tutup Sementara, Ini Daftar Pelanggarannya
“Sewa kantinnya itu per hari 15 ribu sampai Jumat di area dalam, kalau di depan depan bisa 50 ribu per hari,” tambahnya.
Melihat kondisi ini, Fatma berharap pemerintah bisa melibatkan kantin sekolah dalam pelaksanaan program MBG. Menurutnya, jika kantin diberikan kesempatan untuk menyajikan makanan bergizi, usaha kecil seperti kantinnya bisa tetap bertahan.
“Kami harap pemerintah bisa bekerja sama dengan kantin sekolah untuk menyajikan makanan sehat, supaya kantin-kantin di sekolah tidak mati,” harapnya.
Baca Juga : Program MBG 2026: Daerah 3T Dapat Jatah Makan 6 Hari, Ini Alasannya
PENULIS: NURSINTA
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

