HARIAN.NEWS, JAKARTA – Anggota Komisi XI DPR RI dari fraksi Gerindra Kamrussamad menyindir anggota dewan yang mengusulkan hak angket pengusutan kecurangan pemilu saat rapat paripurna ke-13 masa sidang ke IV tahun 2023-2024, Selasa (5/3/2024).
“Saya ingin mengingatkan kepada teman-teman jangan sampai respons dari teman-teman yang tidak siap kalah menunjukkan dalam sejarah kita merupakan respons terburuk sepanjang reformasi ini,” kata Kamrussamad dalam interupsinya, dikutip dari kumpran, Selasa.
Baca Juga : Disdukcapil Makassar Didorong Perkuat Layanan, Kesadaran Warga Masih Rendah
Interupsi ini ia sampaikan usai anggota dewan dari fraksi PKS, PKB, hingga PDIP, ramai-ramai mengusulkan hak angket.
“Kenapa demikian (respons terburuk) karena belum menggunakan instrumen hukum yang telah digunakan, disiapkan, oleh undang-undang, sudah menuduh pemilu ini curang,” katanya.
Sebelum rapat paripurna digelar, Koalisi Perubahan yakni PKS, PKB, NasDem, bersama PDIP, kompak untuk menggulirkan hak angket untuk mengusut temuan kecurangan pemilu khususnya Pilpres 2024.
Baca Juga : Merger Gerindra – NasDem dan Nasib Anies di Pilpres 2029: Peluang atau Jalan Buntu?
Namun saat rapat, justru tak ada satu pun anggota fraksi NasDem yang melakukan interupsi untuk mengusulkan hak angket.
Sedangkan Gerindra tegas dengan sikapnya kontra dengan hak angket. Bahkan Kamrussamad mengatakan hak angket tidak mewakili aspirasi masyarakat.
“Aspirasi yang sangat mendesak bagi mereka adalah pengangguran, penciptaan lapangan kerja, bukan hak angket. Yang diperlukan mereka justru adalah hak para sopir angkot,” katanya.
Baca Juga : Isu Akuisisi NasDem Menguat, Pertemuan Elit di Hambalang Jadi Sorotan
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

