HARIAN.NEWS, JENEPONTO – Dinas Pertanian dan Bidang Peternakan Jeneponto menjawab soal sorotan Tokoh Pemuda Tamalatea terkait luka pada indukan hewan pada kuda yang diterima oleh kelompok tani ternak Borong Camba 1 desa Kalimporo, Kecamatan Bangkala.
Kepala Dinas Pertanian Jeneponto Ahmad Tunru menjelaskan, anggaran senilai Rp 1 Miliar lebih untuk indukan bibit tersebut benar adanya.
Baca Juga : Perkuat Akuntabilitas, Jeneponto dan Takalar Bahas Teknis Pelaporan Program Strategis Nasional
“Anggarannya memang betul jumlahnya, dan untuk pengadaan sapi wajib diambil di luar Jeneponto, tujuannya agar populasi yang ada di Jeneponto bertambah,” ujar Ahmad Tunru, Sabtu (21/12/2024).
Ia menyebutkan, jumlah kelompok penerima indukan kuda 3 kelompok tersebar di Kecamatan Rumbia, Bangkala, dan Bontoramba.
Sementara itu, Kabid Peternakan Jeneponto Drh, Nurliani Syamsul menjelaskan luka pada kuda merupakan luka baru yang diperoleh saat kuda dalam perjalanan.
Baca Juga : Mudik Lebaran 2026, Indosat Antisipasi Lonjakan Trafik 53 Persen di Jeneponto
“Karena dalam perjalanan, saling gigit, pada saat penyerahan sudah kami beri obat kepada ketua kelompok,” kata Nurliani.
“Kami pantau terakhir jumat lewat telepon katanya sudah mulai kering, seperti foto yang barusan kita kirim,” lanjutnya.
Adapun Indukan kuda, kata Nurliani merupakan bibit Manado yang terkenal dengan pertimbangan perbaikan kualitas kuda di Jeneponto.
Baca Juga : Komisi IV DPRD Jeneponto Tanggapi Polemik Penonaktifan KIS BPJS
“Dan tetap ada pemeriksaan kesehatan yang dilakukan di Manado oleh tim dokter dinas dan sudah dilengkapi dengan dokumen, sehingga pada dasarnya semua sudah melalui prosedur sebagaimana mestinya,” pungkasnya.
Penulis: Aswin
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

