Logo Harian.news

Solusi Konflik dengan Israel, Mesir Usulkan Pembentukan Negara Palestina Tanpa Militer

Editor : Rasdianah Jumat, 24 November 2023 23:13
Foto: ist
Foto: ist
APERSI

HARIAN.NEWS, KAIRO – Mesir menyerukan pembentukan negara Palestina yang terdemiliterisasi atau tanpa militer. Menurutnya, hal itu akan menjadi solusi bagi konflik Israel-Palestina yang tak berkesudahan.

Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez dan Perdana Menteri Belgia Alexander De Croo di Kairo, Jumat (24/11/2023) mengatakan pihaknya siap jika negara Palestina mengalami demiliterisasi, dan ada jaminan kehadiran kekuatan, baik dari NATO, PBB, atau pasukan Arab atau Amerika.

Baca Juga : Mentan Amran Serius Membahas Pangan Untuk Rakyat Palestina

“Sehingga kita dapat mencapai keamanan bagi kedua negara, negara Palestina yang baru lahir dan negara Israel,” ujar Sisi, dilaporkan kantor berita Mesir, MENA yang dilansir dari republika.

Meski mengusulkan negara yang terdemiliterisasi, Sisi tetap mempertahankan dukungan terhadap aspirasi rakyat Palestina, yaitu terkait cakupan wilayah sesuai perbatasan 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.

“Harus ada negara Palestina sesuai perbatasan 4 Juni (1967), dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya, berdampingan dengan Israel,” kata Sisi.

Baca Juga : Deng Ical Sambut Baik Deklarasi New York yang Dukung Berdirinya Negara Palestina

Dia menekankan perlunya pengakuan negara Palestina oleh komunitas internasional dan membawanya ke PBB. Israel dan Hamas telah memulai gencatan senjata selama empat hari di Jalur Gaza pada Jumat. Gencatan senjata terlaksana setelah Israel menggempur Gaza selama 48 hari tanpa jeda.

Gencatan senjata berlaku menyeluruh di wilayah selatan serta utara Gaza. Selama gencatan senjata berlangsung, bantuan kemanusiaan akan dialirkan ke Gaza, termasuk di dalamnya bahan bakar. Sejak menggempur Gaza pada 7 Oktober 2023, Israel diketahui melarang pengiriman bahan bakar ke Gaza.

Mesir mengungkapkan, 130 ribu liter solar dan empat truk gas akan dikirim ke Gaza setiap hari melalui Rafah selama masa gencatan senjata berlangsung. Selain itu, terdapat 200 truk pengangkut bantuan kemanusiaan lainnya yang bakal masuk ke Gaza setiap harinya.

Baca Juga : Kyai Cholil Apresiasi Respons Cepat Mentan Amran Kirim Bantuan Beras untuk Palestina

Sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata, Hamas akan membebaskan 13 warga Israel yang sudah mereka sandera sejak 7 Oktober 2023. Sebagai timbal balik atas pembebasan sandera oleh Hamas, Israel pun akan membebaskan 39 warga Palestina yang mendekam di penjara-penjara Israel.

Selama periode gencatan senjata, Hamas akan membebaskan total 50 warga Israel yang mereka tawan. Ketika melakukan operasi infiltrasi ke Israel pada 7 Oktober 2023, Hamas diperkirakan menculik lebih dari 240 orang, terdiri dari warga Israel, warga Israel berkewarganegaraan ganda, dan warga asing.

Militer Israel mengungkapkan, pasukannya akan tetap disiagakan di belakang garis gencatan senjata selama periode gencatan senjata berlangsung. Namun Israel tak menjelaskan di mana mereka menempatkan pasukannya.

Baca Juga : 10 Ribu Ton Bantuan Beras Dikirim ke Palestima, Mentan Amran: Arahan Bapak Presiden

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda