HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Hasil survei terbaru dari lembaga survei Index Indonesia menunjukkan dinamika kontestasi dalam pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Parepare yang semakin ketat.
Survei ini memotret persaingan yang melibatkan empat pasangan calon dengan hasil sementara yang memperlihatkan pasangan Tasming Hamid-Hermanto (TSM-Mo) sebagai pemimpin dalam elektabilitas.
Baca Juga : Transformasi Sulsel: Dari Rawan ke Aman, Sinergitas Pilgub 2024 Dipuji
Direktur Eksekutif Index Indonesia, Agung Prihatna, menjelaskan bahwa hasil survei ini belum sepenuhnya pasti dan masih dapat berubah menjelang hari pemilihan. Menurutnya, manuver para kandidat pada masa akhir kampanye akan menjadi faktor penentu dalam menarik suara pemilih yang belum menentukan pilihan.
“Pilkada Parepare ini sangat dinamis dan terbuka untuk perubahan. Keberhasilan setiap pasangan calon sangat bergantung pada gerakan mereka di hari-hari terakhir,” ujar Agung saat konferensi pers di Makassar, Selasa (12/11/2024).
Survei yang dilakukan pada 6-10 November 2024 ini melibatkan 400 responden dengan margin of error sekitar 5 persen. Dari hasil tersebut, pasangan nomor urut 3, TSM-Mo, memperoleh elektabilitas tertinggi dengan perolehan 32,3 persen, menempatkan mereka di posisi teratas dalam persaingan.
Baca Juga : Deretan Daerah yang Diputuskan Harus PSU
Di posisi kedua, pasangan Andi Nurhaldin-Taqyuddin Djabbar (ANH-TQ) mencatatkan peningkatan elektabilitas yang signifikan dengan perolehan 22,8 persen. Tren kenaikan ini menunjukkan potensi yang menjanjikan bagi ANH-TQ untuk mendekati posisi unggul dalam sisa waktu yang ada.
Dua pasangan lainnya, yakni pasangan nomor urut 4, Erna Rasyid Taufan-Rahmat Sjamsu Alam (Erat Bersalam), mencatatkan elektabilitas sebesar 18,8 persen. Sementara itu, pasangan nomor urut 2, Muhammad Zaini-Prof Bakhtiar Tijjang (MZ-Berbaki), memperoleh dukungan sebesar 17,5 persen.
Dari hasil survei ini, tercatat juga bahwa 1,3 persen responden merahasiakan pilihannya, sementara 7,3 persen lainnya belum menentukan pilihan. Kelompok ini menjadi target potensial bagi para kandidat dalam upaya menarik dukungan tambahan di hari-hari terakhir kampanye.
Baca Juga : Besok, 23 Kepala Daerah Sulsel Dilantik Prabowo Subianto
Lebih lanjut, Agung menjelaskan bahwa survei ini juga memperhitungkan popularitas dan akseptabilitas setiap pasangan calon. TSM-Mo meraih tingkat popularitas tertinggi sebesar 95,5 persen, diikuti oleh tingkat akseptabilitas sebesar 94,5 persen, menunjukkan penerimaan yang kuat dari masyarakat.
Posisi berikutnya ditempati oleh Erat Bersalam dengan popularitas 93,2 persen dan akseptabilitas 91,5 persen. Pasangan ANH-TQ memiliki popularitas sebesar 79,0 persen dan akseptabilitas mencapai 93,0 persen, sementara MZ-Berbaki mencatat popularitas 88,0 persen dan akseptabilitas 86,6 persen.
Menurut Agung, tingkat popularitas dan akseptabilitas yang tinggi adalah aset penting bagi para kandidat.
Baca Juga : FGD KPUD Sinjai, Akademisi Sentil Minimnya Partisipasi Pemilih di Pilkada 2024
“Popularitas dan akseptabilitas yang baik memberikan keuntungan besar bagi para calon. Namun, strategi kampanye di akhir masa kampanye tetap menjadi penentu utama untuk memenangkan pemilih yang masih ragu,” pungkasnya.
Penulis: Nursinta
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

