HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Kepala Cabang Bulog Makassar, Karmila Hasmin Marunta, menegaskan bahwa minyak goreng bersubsidi yang didistribusikan oleh Bulog telah melalui uji isi neto dan dinyatakan memenuhi standar. Bahkan, hasil pengujian menunjukkan isi minyak lebih dari yang tertera pada kemasan.
“Kami sudah melakukan uji terhadap isi minyak goreng yang kami distribusikan, baik dalam kemasan jerigen 5 liter maupun kemasan pouch (bantal) satu liter. Hasilnya, isi neto justru melebihi standar yang tertera,” ungkap Karmila, Minggu (16/3/2025).
Baca Juga : Erafone Run 2026 Digelar 9 Agustus di Makassar, Targetkan Hingga 3.000 Peserta
Bulog juga memastikan harga minyak goreng yang dijual melalui Rumah Pangan Kita (RPK) dan kios mitra tetap di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP). Saat ini, Bulog menetapkan harga di RPK sebesar Rp14.500 per liter, lebih rendah dari HAP Rp15.700 per liter.
“Kami telah menginstruksikan seluruh mitra untuk menjual di bawah HAP guna menjaga stabilitas harga di pasaran,” tambahnya.
Sejauh ini, Bulog belum menerima keluhan terkait kualitas minyak goreng yang mereka distribusikan.
Baca Juga : DPMPTSP Makassar Kerja Bakti Dukung Gunung Sari Hadapi Penilaian Kelurahan Tingkat Nasional
“Alhamdulillah, hingga saat ini tidak ada komplain. Kami sudah melakukan uji isi kemasan secara internal, dan bisa disaksikan oleh pihak eksternal. Jika ditemukan kekurangan, kami siap bertanggung jawab,” tegasnya.
Katanya, minyak goreng bersubsidi yang didistribusikan oleh Bulog Makassar diproduksi oleh PT Tanjung Sarana Lestari (TSL) dari Sulawesi Barat.
“Bulog merupakan salah satu distributor minyak goreng subsidi atau Domestic Market Obligation (DMO). Untuk wilayah Makassar, kami bekerjasama dengan PT Tanjung Sarana Lestari,” jelas Karmila.
Baca Juga : DPMPTSP Makassar Minta Pelaku Usaha Segera Sampaikan LKPM, Batas Akhir 15 Juli
Terkait temuan minyak goreng yang tidak sesuai isi neto di pasaran, Bulog menyatakan bahwa produk tersebut bukan berasal dari TSL.
“Jika ada temuan minyak goreng yang tidak sesuai, silakan dicek kembali mereknya. Berdasarkan yang kami lihat, itu bukan produksi TSL. Rekan-rekan media bisa melakukan investigasi lebih lanjut untuk memastikan siapa produsennya,” terang Karmila.
Dengan kepastian ini, masyarakat diimbau untuk tidak khawatir terhadap minyak goreng bersubsidi yang didistribusikan oleh Bulog.
Baca Juga : MMN Perkuat Sinergi Lintas Instansi Lewat Simulasi Tanggap Darurat di Tol Makassar
PENULIS: NURSINTA
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
