HARIAN.NEWS, JAKARTA – Sebuah momentum bersejarah bagi Indonesia hadir dari Washington. Melalui Letter of Intent yang ditandatangani Donald A. Prater, DVM, Principal Deputy Director for Human Foods Program, U.S. Food and Drug Administration (FDA), pemerintah Amerika Serikat resmi menyatakan niat untuk menunjuk BPOM RI sebagai Certifying Entity (CE) atau Lembaga Sertifikasi Impor bagi rempah-rempah Indonesia yang masuk ke pasar Amerika serikat.
Dokumen resmi yang dirilis melalui Import Alert 99-52 itu menandai babak baru diplomasi pangan global Indonesia.
Baca Juga : Taruna Ikrar: Capaian WLA BPOM Jadi Magnet Investasi Sektor Kesehatan Global
Langkah ini disebut banyak pihak sebagai bentuk trust diplomacy diplomasi yang lahir dari reputasi ilmiah dan kepercayaan terhadap integritas sistem pengawasan pangan Indonesia.
Dan di balik kepercayaan besar itu, berdiri sosok ilmuwan dunia yang kini memimpin BPOM RI: Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D.
Saat ditemui di ruang kerjanya, Prof Taruna berbicara dengan tenang namun penuh keyakinan.
Baca Juga : Dibawah Kepemimpinan Taruna Ikrar, BPOM RI Perkuat Kolaborasi Global dengan A*STAR dalam Terapi Gen dan Sel
“FDA tidak sembarangan memberi mandat seperti ini. Mereka menilai bukan hanya teknis, tapi komitmen dan integritas sistem pengawasan Indonesia. Ini momentum pengakuan global,” ujarnya, Jumat (18/10/2025).
Selama ini, sertifikasi ekspor rempah ke Amerika dilakukan melalui pihak ketiga di luar negeri. Kini, untuk pertama kalinya, otoritas Amerika Serikat justru mempercayakan proses sertifikasi langsung kepada lembaga nasional Indonesia.
Ini sinyal kuat bahwa BPOM kini dianggap sejajar dengan otoritas pangan dunia seperti FDA, EFSA, dan MHRA.
FDA dalam suratnya menekankan harapan agar BPOM mampu menjamin keamanan rempah Indonesia, terutama dari kontaminasi isotop Cesium-137 unsur radioaktif yang sangat diawasi di pasar Amerika.
“Kami akan libatkan BRIN dan BAPETEN agar semua protokol bersifat ilmiah, transparan, dan bisa dipertanggungjawabkan di forum global,” tegas Prof Taruna.
Dengan mandat ini, Indonesia tidak hanya mengekspor produk, tetapi juga mengekspor standar dan kepercayaan.
Baca Juga : Taruna Ikrar Bawa BPOM Masuk 6 Besar Nasional IKD ASN, Tata Kelola SDM Berbasis Data Makin Kuat
Dalam teks resmi FDA, disebutkan bahwa Indonesia diberikan ruang untuk menyusun mekanisme sertifikasi bersama dan duduk setara dalam pembahasan teknis internasional.
“Kami ingin memastikan setiap produk Indonesia yang masuk ke rak pasar dunia membawa reputasi: aman, bersih, dan berintegritas,” kata Prof Taruna Ikrar.
Penunjukan ini menandai bahwa BPOM tidak lagi hanya sebagai regulator domestik, tapi kini menjadi pemain dalam jaringan pengawasan pangan global.
“Ini bukan hanya soal ekspor rempah. Ini tentang posisi Indonesia di dunia. Kita tidak lagi hanya mengikuti standar, tetapi dipercaya ikut menetapkan standar,” ucap Taruna Ikrar.
Dengan mandat dari FDA Amerika Serikat, Indonesia resmi melangkah ke panggung global sebagai negara dengan kapasitas pengawasan pangan yang diakui dunia. Sebuah babak baru, di mana rempah bukan hanya komoditas ekonomi, tetapi simbol kedaulatan sains dan diplomasi bangsa.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

