Logo Harian.news

Taruna Ikrar Sampaikan Public Lecture di Universitas Indonesia: Menguatkan Ekonomi Kesehatan dan Konsep ABG di Era Silver Economy

Editor : Redaksi Senin, 01 Desember 2025 15:58
Kepala BPOM RI, Prof Taruna Ikrar.
Kepala BPOM RI, Prof Taruna Ikrar.
APERSI

HARIAN.NEWS, DEPOK – Kepala BPOM RI Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., kembali ke almamaternya, Fakultas Farmasi Universitas Indonesia (UI), untuk menyampaikan Public Lecture bertema “Ekonomi, Sains, dan Regulasi: Prospek Produk Anti-Penuaan dan Suplemen Kesehatan di Era Silver Economy.”

Kuliah ini menjadi momen istimewa karena selain memberikan wawasan ilmiah strategis, Prof. Taruna juga melakukan reuni hangat 300 an peserta terdiri guru besar, dosen, civitas akademika FFUI, Senin 1 Desember 2025.

Baca Juga : Taruna Ikrar: Capaian WLA BPOM Jadi Magnet Investasi Sektor Kesehatan Global

Dalam paparannya, Prof. Taruna menekankan bahwa silver economy akan menjadi pendorong utama pertumbuhan industri kesehatan Indonesia.

Dengan proyeksi kontribusi ekonomi sektor obat dan makanan mencapai Rp6.000 triliun, Indonesia berada pada titik penting untuk mengakselerasi inovasi. Pasar farmasi tumbuh 9,8% per tahun, kosmetik anti-aging meningkat hampir 5% per tahun, dan pangan olahan mencapai nilai lebih dari Rp4.349 triliun pada 2025.

“Gelombang usia lanjut adalah peluang. Inovasi dan regulasi yang tepat akan menentukan siapa yang menjadi pemain global,” ujarnya.

Baca Juga : Dibawah Kepemimpinan Taruna Ikrar, BPOM RI Perkuat Kolaborasi Global dengan A*STAR dalam Terapi Gen dan Sel

Kepala BPOM juga memaparkan potret besar ekosistem industri kesehatan nasional, termasuk 272 industri obat, 208 industri suplemen kesehatan, 143 industri kosmetik, serta lebih dari 500.000 sertifikat IRTP di sektor pangan.

Di balik angka tersebut, UMKM memainkan peran fundamental karena mendominasi 99% unit usaha nasional. BPOM berkomitmen meningkatkan kapasitas UMKM agar mampu naik kelas melalui pembinaan, sertifikasi, dan digitalisasi layanan perizinan.

Salah satu pesan utama Prof. Taruna adalah pentingnya kolaborasi ABG (Academia–Business–Government) sebagai fondasi pembangunan kesehatan modern.

Baca Juga : Taruna Ikrar Terima Penghargaan atas Kepemimpinan Visioner Pengawasan Obat dan Makanan dari GP Farmasi Indonesia

Akademisi menyediakan riset dan inovasi, industri memastikan produksi dan hilirisasi yang kompetitif, sementara pemerintah memberikan regulasi yang adaptif dan perlindungan konsumen.

“ABG bukan konsep, tapi ekosistem. Jika ABG bergerak dalam satu irama, Indonesia bisa menjadi pusat inovasi anti-aging dan kesehatan Asia,” tegasnya di hadapan para dosen dan mahasiswa FFUI.

Public Lecture ini ditutup dengan momen reuni yang penuh kehangatan, ketika Prof. Taruna menyapa para kolega dan alumni yang pernah berjuang bersama di kampus kuning. Taruna menegaskan bahwa FFUI adalah tempat yang membentuk karakter ilmiahnya.

Baca Juga : Taruna Ikrar Bawa BPOM Masuk 6 Besar Nasional IKD ASN, Tata Kelola SDM Berbasis Data Makin Kuat

“Saya kembali bukan hanya sebagai Kepala BPOM, tetapi sebagai alumni yang ingin membangun bangsa bersama UI,” ujarnya.

Acara ini menjadi simbol kuat sinergi ilmu, industri, dan kebijakan menuju Indonesia Emas 2045.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda