HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Universitas Negeri Makassar (UNM) menyelenggarakan Forum Konsultasi Publik (FKP) mengenai standar pelayanan publik sebagai bagian dari upaya reformasi birokrasi di UNM.
Topik yang diangkat kali ini adalah “Peningkatan pelayanan publik melalui penerapan dan evaluasi standar pelayanan publik di lingkungan Universitas Negeri Makassar.”
Baca Juga : Ngulik AI di UMI Makassar, IM3 dan Google Gemini Dorong Literasi Digital Mahasiswa
Acara ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dan pelaku pelayanan publik dari berbagai sektor, dan diadakan di Ballroom D lantai 1, Menara UNM pada Selasa, 1 Oktober.
Dalam diskusi, dibahas kualitas pelayanan yang saat ini diberikan kepada masyarakat. Salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas tersebut adalah jaringan internet.
Peserta diskusi FKP UNM, Dewi Mahmud, menyatakan bahwa standar pelayanan saat ini sangat dipengaruhi oleh kualitas jaringan internet. Jika seseorang sedang mengurus sesuatu dan internet bermasalah, maka proses pelayanan akan terhambat.
Baca Juga : Nokia dan Indosat Percepat Pengembangan 5G Berbasis AI di Indonesia
“Orang sering enggan atau malas mengurus keperluan jika harus menunggu lama. Akibatnya, mereka lebih memilih untuk tidak datang,” jelasnya.
Dewi juga menambahkan bahwa Indosat Ooredoo adalah salah satu pilihan layanan internet yang dapat diandalkan, karena BTS-nya tersebar luas dan jaringannya kuat.
“Zona Kuota Plus Freedom Internet adalah paket terbaru dari IM3 yang menawarkan tambahan kuota dengan harga tetap,” tambahnya.
Baca Juga : Mahasiswa Curhat Soal Pupuk Mahal, Mentan Amran Perintahkan Investigasi
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
