HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Banjir yang semakin parah di Kota Makassar memaksa ribuan warga meninggalkan rumah mereka. Hingga Rabu (12/2/2025) pukul 21.00 WITA, sebanyak 3.653 jiwa dari 960 kepala keluarga (KK) mengungsi ke 38 titik pengungsian.
Wilayah terdampak meliputi lima kecamatan, dengan Kecamatan Manggala menjadi daerah paling parah. Sebanyak 2.048 jiwa di kecamatan ini terpaksa mengungsi di 20 titik pengungsian. Sementara itu, di Kecamatan Biringkanaya, 907 warga mengungsi ke 11 titik.
Baca Juga : Bupati Pati Ditangkap KPK saat Warganya Hadapi Musibah Banjir
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar, bersama TNI, Polri, dan relawan, terus melakukan evakuasi serta menyalurkan bantuan ke posko-posko pengungsian. Meski makanan siap saji, air bersih, dan selimut telah didistribusikan, keterbatasan logistik masih menjadi kendala utama.
“Evakuasi warga dilakukan dengan perahu karet dan polyethylene. Kami juga memastikan mereka mendapatkan pendampingan selama di pengungsian,” ujar Kepala BPBD Makassar, Hendra Hakamuddin.
Pemerintah Kota Makassar telah menetapkan status tanggap darurat bencana dan mengimbau warga untuk tetap waspada. Masyarakat yang masih bertahan di rumah diminta segera mengungsi jika kondisi semakin memburuk.
Baca Juga : Wali Kota Appi Minta Penanganan Banjir Dituntaskan Timur Kota
“Status tanggap darurat telah ditetapkan. Seluruh elemen, baik yang terlibat langsung maupun tidak, harus siap menghadapi risiko dan menjalankan mitigasi bencana,” tambah Hendra.
Penulis: Nursinta
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

