Kisah itu kemudian menyentuh banyak warganet. Sejumlah komentar mengungkapkan rasa haru sekaligus kekhawatiran terhadap keselamatan sang kakak dan bayi yang digendongnya.
Ada warganet yang menggambarkan perjuangan anak tersebut sebagai potret kehidupan yang penuh keterbatasan, tetapi tetap memiliki semangat untuk menjalani pendidikan.
Baca Juga : Bu Jaksa Tasya Viral di Sosmed: Fakta atau Tipu Daya?
Komentar lainnya menyoroti usia sang bayi yang masih sangat kecil. Warganet mengaku khawatir apabila sang kakak kelelahan atau tidak sengaja terjatuh ketika membawa adiknya.
Warganet Soroti Kondisi Anak-Anak di Papua
Tidak sedikit pula komentar yang kemudian berkembang menjadi pembahasan mengenai pendidikan dan kondisi sosial anak-anak di wilayah Papua.
Baca Juga : Fenomena “Terong Bu Lurah”, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Sebagian warganet mengaku ingin terlibat langsung sebagai tenaga pengajar maupun tenaga medis untuk membantu masyarakat di daerah terpencil. Namun, kondisi keamanan di sejumlah wilayah Papua dinilai menjadi salah satu tantangan tersendiri bagi mereka yang ingin mengabdi.
Perhatian juga diarahkan kepada pemerintah. Warganet berharap kebutuhan pendidikan dan perlindungan anak di wilayah terpencil mendapat perhatian yang lebih besar.
Kisah anak perempuan yang membawa adiknya ke sekolah itu akhirnya tidak hanya menjadi video yang viral di media sosial. Momen tersebut turut membuka kembali perbincangan mengenai akses pendidikan, kondisi keluarga, serta tantangan anak-anak di daerah terpencil.
Baca Juga : Video Gus Miftah Olok-Olok Penjual Es, Warganet Bongkar Masa Lalunya
Di balik video singkat tersebut, terdapat perjuangan seorang anak untuk tetap bersekolah meski harus memikul tanggung jawab yang tidak ringan untuk usianya.***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
