HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Sebuah video yang memperlihatkan aksi kejar-kejaran antara warga dan seorang pria yang mengenakan rompi juru parkir (jukir) viral di media sosial.
Insiden tersebut terjadi di Jalan Kirab Remaja, tepatnya di sekitar Masjid An-Nur Pannara’, menuju Jalan Raya Baruga, Antang, Kota Makassar, Rabu (25/3/2026) sore.
Dalam rekaman video yang beredar, pria yang mengenakan rompi layaknya jukir resmi terlihat berlari menghindari kejaran warga.
Baca Juga : Kasus Jukir Liar Tak Ada Habisnya, DPRD Makassar Minta Perumda Parkir Jangan Diam
Sejumlah warga tampak emosi dan mengejar sambil membawa kayu. Situasi sempat memanas ketika pria tersebut mencoba melawan sebelum akhirnya dipukul mundur oleh warga.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, warga diduga resah dengan keberadaan jukir tersebut yang meminta uang parkir di sekitar area masjid, khususnya di jalur penghubung menuju Jalan Raya Baruga, Antang.
Ketegangan meningkat saat pria itu sempat mengeluarkan sebilah pisau ketika terdesak. Aksi tersebut semakin memicu kemarahan warga yang terus mengejarnya hingga menjauh dari lokasi.
Baca Juga : Terungkap! Jukir di Antang Dikejar Warga Usai Aniaya Istri, Polsek Manggala Langsung Amankan
Menanggapi viralnya video tersebut, pihak Perumda (PD) Parkir Makassar Raya mengaku telah menerima laporan dan akan segera menindaklanjuti.
Humas PD Parkir Makassar Raya, Asrul, mengatakan pihaknya telah meneruskan informasi tersebut ke jajaran direksi untuk diagendakan penanganannya.
“Video tersebut sudah kami terima dan telah diteruskan ke direksi untuk ditindaklanjuti. Namun karena masih dalam kondisi WFH, kemungkinan peninjauan ke lokasi dilakukan pada hari Senin,” ujar Asrul saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp, Kamis (26/3/2026).
Meski demikian, Asrul mengaku belum mengetahui secara pasti kronologi lengkap kejadian tersebut. Namun dari pengamatan awal, ia menduga pria dalam video tersebut bukan merupakan petugas resmi dari PD Parkir Makassar Raya.
“Kalau dilihat dari videonya, kemungkinan itu jukir liar. Kami juga mengimbau masyarakat untuk bekerja sama dalam meminimalisir keberadaan jukir-jukir ilegal,” tambahnya.
Insiden ini pun memicu reaksi luas dari warganet. Banyak netizen mengaku geram terhadap praktik jukir liar yang dinilai meresahkan, terutama karena meminta pungutan tanpa memberikan pelayanan yang jelas.
Peristiwa ini bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, kejadian serupa juga terjadi di Jalan Cendrawasih, Makassar, di mana seorang oknum jukir liar dikejar warga usai pelaksanaan salat Idulfitri pada Sabtu (21/3/2026).
Kejadian berulang ini menjadi sorotan publik dan diharapkan mendapat perhatian serius dari pihak terkait guna menciptakan ketertiban serta kenyamanan bagi masyarakat.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
