Logo Harian.news

Wali Kota Makassar Bahas Revolusi Mental dan Resilient City di OSMB Universitas Terbuka

Editor : Ahmad Sabtu, 14 September 2024 18:48
Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan 'Danny' Pomanto, memberikan pemaparan mengenai pentingnya Revolusi Mental di hadapan mahasiswa baru Universitas Terbuka dalam Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) Tahun Ajaran 2024/2025, Sabtu (14/09/2024).
Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan 'Danny' Pomanto, memberikan pemaparan mengenai pentingnya Revolusi Mental di hadapan mahasiswa baru Universitas Terbuka dalam Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) Tahun Ajaran 2024/2025, Sabtu (14/09/2024).
APERSI

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan ‘Danny’ Pomanto, menjadi pembicara utama dalam Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) Tahun Ajaran 2024/2025 di Universitas Terbuka, Sabtu (14/09/2024).

Dalam kesempatan tersebut, Danny menyampaikan materi tentang “Revolusi Mental” yang berfokus pada perubahan cepat dan penguatan mental sebagai landasan utama untuk menghadapi tantangan global saat ini.

Baca Juga : Proyek Strategis di Era Danny, Bagaimana Nasib CCTV Lorong Wisata di Tangan Appi?

“Revolusi adalah perubahan cepat, sementara mental merupakan kekuatan yang tidak mudah digoyahkan. Orang bisa kuat secara fisik, tetapi belum tentu memiliki kekuatan mental yang tangguh,” ujar Danny.

Ia menekankan pentingnya ketahanan mental atau resilience, tidak hanya pada individu, tetapi juga dalam aspek sosial dan lingkungan. Menurutnya, dunia saat ini berada dalam situasi yang tidak stabil, sehingga revolusi mental menjadi jawaban yang tepat untuk memperkuat daya tahan Indonesia menghadapi berbagai tantangan global.

Selain itu, Danny juga memaparkan tentang metabolisme ekosistem dan dampak negatif dari pertumbuhan populasi yang tidak terkendali, seperti industrialisasi, eksploitasi sumber daya alam, penggundulan hutan, serta pencemaran lingkungan yang menyebabkan peningkatan emisi karbon dan kenaikan suhu bumi.

Baca Juga : Pastikan Keberlanjutan PAUD Negeri Era Danny, Munafri Soroti Legalitas Lahan

Ia memperingatkan tentang potensi bencana pangan, krisis ekonomi, dan konflik sosial sebagai dampak lanjutan dari kondisi ini.

“Jika kita tidak segera bertindak, bencana pangan dapat terjadi, diikuti oleh bencana sosial, perang dunia, hingga kepunahan. Kita sudah berada di ambang bahaya ini,” lanjutnya.

Baca Juga : Munafri Rem Proyek Solar Panel, Fokus Pembangunan

Danny mengajukan enam intervensi penting yang bisa diterapkan untuk menyelamatkan masa depan, mulai dari pembatasan populasi, hingga intervensi teknologi, politik, sosial, dan ruang kota. Konsep Resilient City menjadi inti dari upaya menciptakan ketahanan kota yang mampu beradaptasi dengan perubahan.

“Resilient City adalah bagian dari Revolusi Mental, yaitu bagaimana membangun ketahanan sebuah kota,” ungkapnya.

Mengakhiri materinya, Danny menegaskan bahwa solusi utama dari krisis global saat ini adalah perubahan perilaku melalui revolusi mental yang mendukung dekarbonisasi dan peningkatan kualitas lingkungan.

Baca Juga : Danny Dukung Kepemimpinan Baru: Apresiasi Program Keberlanjutan

“Jika kita ingin menyelamatkan dunia, perubahan perilaku harus menjadi prioritas. Bentuknya adalah Revolusi Mental,” tutupnya.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda