Logo Harian.news

Wamenaker: Ijazah Bukan Jaminan, Kompetensi Kunci Raih Kerja

Editor : Andi Awal Tjoheng Kamis, 23 April 2026 21:49
Wamenaker Afriansyah Noor berfoto bersama usai membuka Rapat Kerja Nasional Pekerja Sucofindo, Rabu 22/4/2026 (doc_birohumaskemnaker)
Wamenaker Afriansyah Noor berfoto bersama usai membuka Rapat Kerja Nasional Pekerja Sucofindo, Rabu 22/4/2026 (doc_birohumaskemnaker)
APERSI

Dunia Kerja Berubah, Wamenaker: Jangan Hanya Andalkan Ijazah

HARIAN.NEWS, JAKARTA – Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Afriansyah Noor, menyampaikan pesan tegas bagi para pencari kerja dan pekerja saat ini. Di era perubahan yang cepat, ijazah semata tidak lagi cukup. Yang menjadi pembeda utama adalah kompetensi nyata yang relevan dengan kebutuhan industri.

Baca Juga : Dinas Pariwisata Makassar Gelar Sertifikasi Fotografi, Dorong SDM Kreatif, Kompeten dan Berdaya Saing

“Dunia kerja saat ini tidak hanya melihat ijazah, tetapi juga kompetensi. Sertifikasi menjadi nilai tambah penting agar pekerja mampu bersaing dan berkembang, serta menyesuaikan diri dengan kebutuhan industri,” ujar Afriansyah saat membuka Rakerda Serikat Pekerja Sucofindo di Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Pernyataan ini menjadi alarm bagi mereka yang masih mengandalkan gelar semata. Menurut Wamenaker, pasar kerja telah bertransformasi. Perusahaan kini mencari talenta yang *siap pakai*, bukan sekadar lulusan akademis.

Afriansyah menjelaskan, penguatan kompetensi bisa dilakukan lewat kolaborasi dengan berbagai lembaga, seperti Balai Latihan Vokasi (BLV) Kemnaker, Politeknik Ketenagakerjaan, hingga Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Program yang ditawarkan meliputi pelatihan vokasi, sertifikasi kompetensi, hingga peningkatan keterampilan berbasis kebutuhan industri riil.

Baca Juga : BNSP Nilai Prof Yaya Bersama LSP UIN Alauddin Makassar Dianggap Paling Siap dan Inspiratif di Tingkat Nasional

“Jika komunikasi berjalan baik dan semua pihak saling mendukung, maka perusahaan akan maju dan pekerja semakin sejahtera,” tambahnya, seraya mengajak serikat pekerja di lingkungan Sucofindo untuk mengedepankan musyawarah dan menjaga harmoni industrial.

Sependapat dengan Wamenaker, Direktur Utama PT Sucofindo, Sandry Pasambuna, menegaskan bahwa keberhasilan perusahaan tidak semata-mata ditentukan oleh kinerja bisnis. Kualitas SDM yang unggul dan sejahtera adalah fondasi utama.

“Dengan semangat kebersamaan, saling percaya, dan komitmen yang kuat, kita dapat terus menjaga harmoni dan bersama-sama mengawal masa depan perusahaan menjadi lebih baik,” ucap Sandry.

Baca Juga : Pertama Kalinya Sejak Berdiri, PDAM Makassar Raih Sertifikasi ISO 9001

Pesan dari Wamenaker ini menegaskan bahwa di tahun 2026, strategi mencari kerja dan mempertahankan karier harus berubah. Siapkan kompetensi, kantongi sertifikasi, dan jadilah pekerja yang adaptif. ***

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]
Penulis : ANDI AWAL TJOHENG

Follow Social Media Kami

KomentarAnda