Logo Harian.news

Wamenhut: Perhutanan Sosial Jawa Harus Berkualitas

Editor : Andi Awal Tjoheng Minggu, 07 Juni 2026 22:08
Wamenhut Rohmat Marzuki saat menghadiri Rapat Pimpinan Nasional Perhimpunan Lembaga Masyarakat Desa Hutan Indonesia (PLMDHI) Jawa Madura Banten Tahun 2026 di Madiun, Jawa Timur || (Foto: Kemenhut)
Wamenhut Rohmat Marzuki saat menghadiri Rapat Pimpinan Nasional Perhimpunan Lembaga Masyarakat Desa Hutan Indonesia (PLMDHI) Jawa Madura Banten Tahun 2026 di Madiun, Jawa Timur || (Foto: Kemenhut)

Wamenhut Dorong Perhutanan Sosial jadi Penggerak Ekonomi Desa Hutan

HARIAN.NEWS, MADIUN – Kementerian Kehutanan mengubah arah kebijakan perhutanan sosial di Pulau Jawa. Bukan lagi sekadar mengejar luas izin, kini fokus utamanya adalah kualitas pengelolaan agar hutan tetap lestari dan rakyat desa hutan sejahtera.

Baca Juga : Rapimnas PIRA, Peran Perempuan untuk Visi Prabowo

Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) Rohmat Marzuki, dalam Rapat Pimpinan Nasional PLMDHI Jawa Madura Banten 2026 di Madiun, Minggu (7/6), mengungkapkan fakta krusial: tutupan hutan di seluruh provinsi di Jawa kini telah berada di bawah 30 persen dari luas daratan.

“Hutan yang tersisa di Jawa sangat penting sebagai penyangga tata air. Terima kasih kepada LMDH yang telah menjaga hutan selama ini,” ujar Rohmat dalam siaran pers.

Hingga Mei 2026, pemerintah telah mengucurkan akses perhutanan sosial seluas 8,34 juta hektare yang dinikmati 1,43 juta kepala keluarga. Namun tantangan terbesarnya adalah meningkatkan pengelolaan melalui agroforestri, penguatan kelembagaan, dan akses pasar.

“Keberhasilan tidak lagi diukur dari bertambahnya luasan izin, tapi bagaimana masyarakat mendapat manfaat ekonomi lebih besar,” tegasnya.

Kementerian Kehutanan pun meluncurkan Program Fasilitasi Agroforestri Pangan dan Energi (FAPE). Program ini memberikan bibit dan pendampingan untuk mengembangkan komoditas terpadu. Rohmat menyebut agroforestri sebagai fondasi masa depan perhutanan sosial.

Yang menarik, Wamenhut menghubungkan program ini dengan astacita Presiden Prabowo Subianto. Hasil agroforestri dari desa hutan berpotensi menjadi pemasok program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan dipasarkan melalui Koperasi Desa Merah Putih.

“Saya membayangkan hasil agroforestri bisa menyuplai dapur MBG. Ini peluang besar,” imbuhnya.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]
Halaman
Penulis : ANDI AWAL TJOHENG

Follow Social Media Kami

KomentarAnda