4. Bubur Suro – Jawa Barat, Tengah, Timur
Sisi kuliner tak ketinggalan. Masyarakat di sejumlah wilayah Jawa secara turun-temurun membuat Bubur Suro – bubur beras gurih yang disajikan dengan telur dadar iris, kacang-kacangan, dan perkedel. Uniknya, bubur ini tidak diperjualbelikan, melainkan dibagikan ke tetangga dan masjid sebagai bentuk sedekah bumi dan rasa syukur.

Bubur Suro – kuliner khas 1 Muharram yang tidak dijual, melainkan dibagikan sebagai sedekah dan ungkapan syukur || tangkaplayar_IG@surabaya_hotel_school)
Baca Juga : Bernia Wisata: Umroh Aman & Nyaman di Musim Panas
5. Pawai Obor – Seluruh Indonesia
Inilah tradisi paling visual dan merakyat. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa berjalan beriringan mengitari pemukiman sambil membawa obor dan melantunkan selawat. Pawai Obor menjadi simbol penerangan spiritual dalam menyongsong lembaran baru tahun hijriah.
6. Ritual Wahyu Kliyu – Karanganyar, Jawa Tengah
Di Dusun Kendal, Jatipuro, Karanganyar, ada tradisi unik bernama Wahyu Kliyu. Warga berkumpul membawa kue apem dalam jumlah ribuan. Setelah didoakan bersama, apem-apem itu dilemparkan ke atas tikar jalaran. Nama “Wahyu Kliyu” berasal dari seruan “Hayyu Ya Qayyum” yang dilafalkan berulang sebagai permohonan anugerah dan keselamatan kepada Sang Pencipta.

Ritual Wahyu Kliyu di Karanganyar. Ribuan apem dilemparkan setelah didoakan, sebagai bentuk permohonan anugerah dan keselamatan ||(doc_karanganyarkab)
Baca Juga : IKA Pertanian UMI Angkatan 87 Peringati Tahun Baru Islam 1447 H
Dari sabang sampai merauke, 1 Muharram bukan hanya tentang pergantian angka tahun, tetapi juga warisan budaya yang hidup – sebuah refleksi bahwa iman dan tradisi bisa berjalan beriringan dengan indah. ***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
